Arti Kata "nepotisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "nepotisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

nepotisme

ne·po·tis·me /népotisme/ n 1 perilaku yg memperlihatkan kesukaan yg berlebihan kpd kerabat dekat; 2 kecenderungan untuk mengutamakan (menguntungkan) sanak saudara sendiri, terutama dl jabatan, pangkat di lingkungan pemerintah; 3 tindakan memilih kerabat atau sanak saudara sendiri untuk memegang pemerintahan: para pemimpin banyak melakukan korupsi, menyalahgunakan kekuasaan, dan cenderung ke arah --

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "nepotisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "nepotisme" dalam Kalimat

1.Tindakan menunjuk saudara laki-laki sebagai wakil direktur perusahaan dianggap sebagai contoh nyata nepotisme.
2.Pemimpin partai yang sering memasukkan anggota keluarga ke dalam daftar calon legislatif telah menunjukkan gejala nepotisme.
3.Praktik nepotisme sering kali dianggap sebagai salah satu contoh korupsi yang paling umum di lingkungan pemerintahan.
4.Pengusaha yang sering menunjuk saudara laki-lakinya sebagai pengelola bisnisnya dianggap melakukan nepotisme.
5.Kebijakan pemerintah yang menunjuk anak mereka sendiri sebagai pejabat tinggi dianggap sebagai bentuk nepotisme yang jelas.

📚 Artikel terkait kata "nepotisme"

Mengenal Kata 'nepotisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Nepotisme" - Kebijakan yang Perlu Dihindari

Nepotisme adalah kata yang sering dibicarakan dalam konteks politik dan pemerintahan. Dalam arti resmi, nepotisme adalah perilaku yang memperlihatkan kesukaan yang berlebihan kepada kerabat dekat, cenderung mengutamakan (menguntungkan) sanak saudara sendiri, terutama dalam jabatan atau pangkat di lingkungan pemerintah. Konsep ini telah ada sejak zaman kuno, ketika penguasa seringkali memilih keluarga atau kerabatnya untuk menduduki posisi penting. Namun, dalam konteks modern, nepotisme telah berkembang menjadi kebijakan yang sangat berbahaya bagi kehidupan demokrasi dan pemerintahan yang transparan. Dalam kalimat, kita dapat melihat contoh penggunaan kata nepotisme sebagai berikut: "Pemimpin politik tersebut telah terjerat dalam skandal nepotisme besar-besaran, di mana dia memasukkan keluarganya ke dalam posisi penting." Atau, "Korupsi dan nepotisme yang marak di lingkungan pemerintah telah membuat rakyat kecewa dengan pemerintah yang tidak transparan." Dalam kehidupan sehari-hari, nepotisme masih menjadi masalah yang sangat sensitif di Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya kasus korupsi dan nepotisme yang terungkap dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, beberapa orang yang pernah menjabat sebagai pejabat publik telah terjerat dalam skandal nepotisme dan korupsi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan menghindari kebijakan nepotisme dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Kalimat Berikutnya

- Pemerintah harus mengambil sikap tegas terhadap kasus nepotisme dan korupsi yang marak di lingkungan pemerintah. - Nepotisme dan korupsi yang berlangsung terus-menerus telah membuat rakyat kecewa dengan pemerintah yang tidak transparan. - Pemimpin politik harus berjanji untuk menghindari kebijakan nepotisme dan korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami makna dan konteks dari kata nepotisme, kita dapat menghindari kebijakan yang berbahaya bagi kehidupan demokrasi dan pemerintahan yang transparan.