Arti Kata "nawalapradata" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "nawalapradata" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

nawalapradata

na·wa·la·pra·da·ta n nama buku tt hukum keraton (kerajaan) Jawa Yogyakarta dan Surakarta

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "nawalapradata"

📝 Contoh Penggunaan kata "nawalapradata" dalam Kalimat

1.Dalam konteks formal, kata "nawalapradata" digunakan dalam dokumen resmi kerajaan Yogyakarta sebagai referensi hukum.
2.Para pengacara menggunakan kitab "nawalapradata" sebagai bahan pertimbangan dalam menangani kasus hukum di pengadilan.
3.Pada masa lalu, "nawalapradata" merupakan sumber hukum yang sangat berpengaruh bagi masyarakat Jawa.
4.Penggunaan "nawalapradata" dalam penelitian sejarah sangat membantu dalam memahami sistem hukum kerajaan Jawa.
5.Dalam konteks pendidikan, "nawalapradata" dipelajari sebagai bagian dari kurikulum sejarah hukum Indonesia.

📚 Artikel terkait kata "nawalapradata"

Mengenal Kata 'nawalapradata' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Nawalapradata" - Inspirasi dari Sejarah Kerajaan Jawa

Kata "nawalapradata" sering kali disebutkan dalam konteks sejarah dan budaya Jawa, khususnya dalam peran pentingnya sebagai sumber hukum kerajaan Jawa Yogyakarta dan Surakarta. Secara umum, nawalapradata merujuk pada sebuah buku yang berisi aturan atau hukum yang berlaku dalam kerajaan Jawa. Buku ini merupakan salah satu sumber referensi penting bagi raja dan pejabat kerajaan dalam menjalankan pemerintahan dan memutuskan kebijakan. Dalam sejarahnya, nawalapradata memiliki peran sangat penting dalam menjaga keutuhan dan ketertiban kerajaan Jawa. Buku ini biasanya dibuat dalam bahasa Jawa dan berisi aturan-aturan yang berlaku dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pernikahan, warisan, dan hukum pidana. Buku ini sering kali dipergunakan untuk menyelesaikan sengketa dan menentukan keputusan yang adil dalam masyarakat Jawa. Contoh penggunaan kata nawalapradata dalam kalimat yang alami adalah: "Raja memerintahkan pembuatan nawalapradata baru untuk menjelaskan aturan-aturan yang berlaku dalam kerajaan." Atau, "Pengadilan kerajaan menggunakan nawalapradata sebagai sumber referensi dalam menyelesaikan sengketa antar warga." Dalam kehidupan sehari-hari, konsep nawalapradata masih relevan dalam menjaga keutuhan dan ketertiban masyarakat Indonesia. Meskipun buku nawalapradata tidak lagi digunakan sebagai sumber hukum resmi, prinsip-prinsip yang terkandung dalam buku ini masih sangat relevan dalam menjalankan pemerintahan dan memutuskan kebijakan yang adil. Dengan demikian, kita dapat belajar dari sejarah dan mengambil inspirasi dari nawalapradata dalam menjaga keutuhan dan ketertiban masyarakat kita.