Arti Kata "monosemantik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "monosemantik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

monosemantik

mo·no·se·man·tik /monosémantik/ n Ling hubungan antara ungkapan dan makna yg tetap dan tegas

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "monosemantik"

📝 Contoh Penggunaan kata "monosemantik" dalam Kalimat

1.Bahasa Indonesia modern memiliki banyak kata baku yang monosemantik, seperti "buku" yang hanya memiliki satu makna.
2.Dalam konteks pendidikan, penggunaan kata "buku" sangat monosemantik karena memiliki makna yang tegas dan tidak ambigu.
3.Di pasar, penjual buku menggunakan kata "buku" yang sangat monosemantik untuk menjelaskan produk yang dijual.
4.Buku sastra dianggap sangat monosemantik karena memiliki makna yang kompleks dan tidak dapat diinterpretasikan secara berbeda-beda.
5.Dalam pengembangan bahasa, kata "buku" dianggap monosemantik karena memiliki makna yang stabil dan tidak berubah.

📚 Artikel terkait kata "monosemantik"

Mengenal Kata 'monosemantik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Monosemantik" - Makna dan Contoh dalam Bahasa Indonesia

Kata "monosemantik" berasal dari bahasa Yunani, yaitu "monos" yang berarti "satu" dan "sema" yang berarti "arti" atau "makna". Dalam konteks linguistik, kata ini digunakan untuk menggambarkan hubungan antara ungkapan dan makna yang tetap dan tegas. Artinya, ungkapan yang monosemantik memiliki makna yang jelas dan tidak ambigu. Dalam sejarah bahasa, konsep monosemantik telah ada sejak abad ke-19, ketika linguistik modern mulai dikembangkan. Pada saat itu, para ahli linguistik seperti Ferdinand de Saussure dan Leonard Bloomfield mulai mempelajari sifat bahasa dan maknanya. Mereka menemukan bahwa tidak semua ungkapan memiliki makna yang jelas, dan itu yang kemudian menjadi fokus penelitian mereka.

Contoh Penggunaan Kata Monosemantik

Berikut beberapa contoh penggunaan kata monosemantik dalam kalimat yang alami: - "Kalimat 'air' memiliki makna yang monosemantik, yaitu cairan yang terdiri dari oksigen, hidrogen, dan unsur lainnya." - "Ungkapan 'merah' adalah contoh kata yang monosemantik, karena memiliki makna yang jelas dan tidak ambigu." - "Kalimat 'saya sedang makan' memiliki makna yang monosemantik, karena maknanya tidak dapat dibedakan dari kalimat lainnya."

Relevansi Kata Monosemantik dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata monosemantik memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam komunikasi dan bahasa formal. Dalam bahasa formal, seperti dalam pidato atau artikel, kata monosemantik sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dan membuat makna yang jelas. Selain itu, kata monosemantik juga dapat digunakan dalam pendidikan, seperti dalam pengajaran bahasa asing atau linguistik. Dalam budaya Indonesia modern, kata monosemantik juga memiliki peran yang penting dalam komunikasi sehari-hari. Dengan menggunakan kata-kata yang monosemantik, kita dapat menghindari kesalahpahaman dan membuat komunikasi yang lebih efektif.