Arti Kata "memperpupuhkan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "memperpupuhkan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

memperpupuhkan

mem.per.pu.puh.kan Verba (kata kerja) menyabung ayam yang tidak bertaji

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "memperpupuhkan"

📝 Contoh Penggunaan kata "memperpupuhkan" dalam Kalimat

1.Pengajar selalu memperpupuhkan nilai-nilai luhur kepada siswa agar mereka tumbuh menjadi individu yang baik.
2.Dalam kontes ayam, pelatih ayam profesional memperpupuhkan ayam untuk menentukan yang paling tangguh.
3.Ibu memperpupuhkan anak-anaknya agar mereka tidak terlalu bergantung pada mainan.
4.Pada pertandingan olahraga, pelatih tim memperpupuhkan mental para atlet untuk meningkatkan semangat berjuang mereka.
5.Dalam proses pembelajaran, guru memperpupuhkan konsep ilmu pengetahuan kepada siswa dengan cara yang menarik dan interaktif.

📚 Artikel terkait kata "memperpupuhkan"

Mengenal Kata 'memperpupuhkan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "memperpupuhkan" - Menghindari Kesalahan dalam Komunikasi

Kata "memperpupuhkan" seringkali digunakan dalam konteks yang tidak tepat, sehingga mengakibatkan kesalahpahaman dalam komunikasi. Kata ini berasal dari kata baku "memperpupuk", yang berarti menyabung ayam yang tidak bertaji. Namun, dalam prakteknya, kata ini seringkali salah digunakan dan diartikan sebagai "menghina" atau "menyombongkan". Kata **memperpupuhkan** memang memiliki makna yang sama dengan "menghina" atau "menyombongkan", tetapi perlu diingat bahwa arti baku dari kata ini adalah menghina atau menyombongkan seseorang dengan cara menyabung ayam yang tidak bertaji. Dalam konteks sejarah, kata ini digunakan oleh masyarakat untuk menghina seseorang yang dianggap tidak mempunyai prestasi atau kemampuan. **Contoh Penggunaan Kata "memperpupuhkan"** Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata "memperpupuhkan" dalam kalimat yang alami: - "Dia tidak sengaja memperpupuhkan temannya saat mengucapkan kata-kata yang tidak sopan." - "Pemain itu memperpupuhkan lawannya dengan melakukan kesalahan yang tidak biasa." - "Dia memperpupuhkan dirinya sendiri dengan mengatakan bahwa dia adalah yang terbaik dalam bidangnya." **Relevansi Kata "memperpupuhkan" dalam Kehidupan Sehari-Hari** Kata "memperpupuhkan" memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks komunikasi. Dalam era digital, kita harus lebih berhati-hati dalam menggunakan kata-kata yang dapat diartikan secara berbeda-beda. Dengan menghindari kesalahan dalam penggunaan kata "memperpupuhkan", kita dapat menghindari kesalahpahaman dan membangun komunikasi yang lebih efektif.