Arti Kata "mayang menolak seludang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mayang menolak seludang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mayang menolak seludang

Peribahasa melupakan orang yang telah memelihara sejak kecil

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mayang menolak seludang"

📝 Contoh Penggunaan kata "mayang menolak seludang" dalam Kalimat

1.Bapaknya sangat sedih karena putranya mayang menolak seludang.
2.Sebagai seorang ayah, Ia merasa telah dilupakan oleh anaknya yang telah membesarkan sejak kecil.
3.Dalam perjalanan hidup, banyak orang yang mayang menolak seludang, sehingga tidak memperoleh bantuan yang sebenarnya.
4.Mereka tidak menyadari bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab terhadap orang tua yang telah membesarkan mereka sejak kecil.
5.Dalam cerita rakyat, ada kisah tentang seorang anak yang mayang menolak seludang, sehingga dia harus menghadapi konsekuensi yang berat.

📚 Artikel terkait kata "mayang menolak seludang"

Mengenal Kata 'mayang menolak seludang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mayang Menolak Seludang" - Inspirasi dan Motivasi

Paragraf pertama: Makna Umum dan Konteks Historis Kata "mayang menolak seludang" adalah salah satu **peribahasa** dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna umum tentang melupakan orang yang telah memelihara sejak kecil. Peribahasa ini memiliki konteks historis dan sosial yang menarik, karena seludang biasanya digunakan sebagai perlindungan dari cuaca buruk, seperti hujan atau sinar matahari langsung. Dengan demikian, **mayang menolak seludang** dapat diartikan sebagai orang yang tidak menghargai atau melupakan orang yang telah melindungi dan memeliharanya sejak kecil. Paragraf kedua: Contoh Penggunaan Kata "Mayang Menolak Seludang" Contoh penggunaan kata "mayang menolak seludang" dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut. "Dia **mayang menolak seludang** orang tuanya, meskipun mereka telah memelihara dan mendidiknya sejak kecil." Atau, "Ia **mayang menolak seludang** temannya, karena ia tidak mau membantu atau mendukungnya ketika ia membutuhkan." Dalam kedua contoh tersebut, kata "mayang menolak seludang" digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang tidak menghargai atau melupakan orang yang telah memelihara dan membesarkannya. Paragraf ketiga: Relevansi Kata "Mayang Menolak Seludang" dalam Kehidupan Sehari-hari Kata "mayang menolak seludang" memiliki relevansi yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari, karena banyak orang yang telah memelihara dan mendidik seseorang sejak kecil, tetapi tidak mendapatkan apresiasi atau penghargaan yang sama. Dalam budaya Indonesia modern, **mayang menolak seludang** dapat diartikan sebagai perilaku seseorang yang tidak menghargai atau melupakan orang lain, tidak peduli siapa atau apa latar belakangnya. Oleh karena itu, peribahasa ini dapat digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk menghargai dan mengapresiasi orang lain, terutama mereka yang telah memelihara dan membesarkan kita sejak kecil.