Arti Kata "maweda" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "maweda" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

maweda

ma·we·da /mawéda/ n upacara keagamaan di Bali yg dilaku-kan oleh para pedanda, yg dng mengucapkan mantra menyebabkan Syiwa turun ke dl tubuhnya sehingga dewa itu dapat mengubah air menjadi air suci

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "maweda"

📝 Contoh Penggunaan kata "maweda" dalam Kalimat

1.Dalam upacara maweda, pedanda mengucapkan mantra untuk memanggil Syiwa.
2.Mereka mengadakan maweda untuk membersihkan lingkungan dari energi negatif.
3.Pengalaman melakukan maweda memberikan kesan mendalam bagi para peziarah.
4.Pengajar sejarah mengajarkan tentang maweda sebagai bagian dari kebudayaan Bali.
5.Dalam kesempatan itu, kami diundang untuk menonton maweda yang diadakan oleh komunitas lokal.

📚 Artikel terkait kata "maweda"

Mengenal Kata 'maweda' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Maweda" - Upacara Keagamaan Tradisional Bali

Maweda adalah salah satu upacara keagamaan tradisional yang sangat penting dalam masyarakat Bali. Upacara ini biasanya dilakukan oleh para pedanda sebagai cara untuk menyembah dewa Syiwa dan meminta kekuatan yang lebih besar. Mereka melakukan maweda dengan cara mengucapkan mantra, yang kemudian membuat Syiwa turun ke dalam tubuhnya. Dengan demikian, Syiwa dapat mengubah air menjadi air suci dan memberikan kekuatan kepada para pedanda. Maweda adalah salah satu contoh kearifan lokal yang masih dipraktikkan di Bali hingga saat ini. Upacara ini tidak hanya sebagai cara untuk menyembah dewa, tetapi juga sebagai cara untuk menjaga keseimbangan alam dan meningkatkan keharmonisan dalam masyarakat. Dalam kalimat, maweda dapat digunakan sebagai kata benda atau kata kerja, seperti dalam contoh berikut: "Upacara maweda dilakukan setiap bulan purnama untuk meningkatkan kekuatan para pedanda." atau "Pedanda melakukan maweda untuk mengubah air menjadi air suci." Dalam kehidupan sehari-hari, maweda memiliki relevansi yang sangat penting dalam budaya Indonesia modern. Banyak masyarakat Indonesia yang masih mempraktikkan upacara keagamaan tradisional, termasuk maweda, sebagai cara untuk menjaga keseimbangan alam dan meningkatkan keharmonisan dalam masyarakat. Selain itu, maweda juga dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat Indonesia untuk menjaga kearifan lokal dan budaya tradisional.