Arti Kata "mati kejang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mati kejang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mati kejang

mati kaku

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mati kejang"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "mati kejang" dalam Kalimat

1.Ketika ia mengalami stroke, korban meninggal dunia karena mati kejang pada malam itu.
2.Pada kasusnya, dokter menyatakan bahwa penyebab kematian korban adalah mati kejang akibat tekanan darah tinggi.
3.Ia mengalami luka-luka parah setelah jatuh dari ketinggian, dan akhirnya meninggal dunia karena mati kejang.
4.Dalam sejarah, banyak pejuang yang mati kejang saat melawan penjajah, mereka tewas dalam perkelahian sengit.
5.Dokter menegaskan bahwa kematian korban disebabkan oleh mati kejang akibat cedera otak yang parah.

πŸ“š Artikel terkait kata "mati kejang"

Mengenal Kata 'mati kejang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "mati kejang" - Meninggal dengan Cepat dan Tiba-Tiba

Kata "mati kejang" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan proses meninggal yang tiba-tiba dan tidak terduga. Istilah ini memiliki makna yang sangat spesifik, yaitu meninggal dengan otot-otot yang tegang dan tidak dapat bergerak. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan proses meninggal yang tidak biasa, seperti meninggal karena keracunan atau luka tembak. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "mati kejang" sering digunakan dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Dia meninggal dalam keadaan mati kejang setelah mengalami serangan jantung." Atau, "Dia terkena mati kejang setelah makan makanan yang terkontaminasi." Contoh lainnya adalah, "Dia meninggal dalam keadaan mati kejang setelah mengalami kecelakaan lalu lintas." Dalam budaya Indonesia modern, kata "mati kejang" memiliki relevansi yang cukup penting. Banyak kasus meninggal yang tidak biasa dan tiba-tiba seringkali terkait dengan faktor-faktor seperti keracunan, luka tembak, atau kecelakaan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna dan konteks dari kata "mati kejang" agar dapat menghadapi situasi-situasi yang tidak terduga dengan lebih baik.