Arti Kata "maskulinitas" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "maskulinitas" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

maskulinitas

mas·ku·li·ni·tas n kejantanan seorang laki-laki yg dihubung-kan dng kualitas seksualnya: masyarakat kita berasumsi bahwa -- mempunyai ciri-ciri tertentu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "maskulinitas"

📝 Contoh Penggunaan kata "maskulinitas" dalam Kalimat

1.Banyak masyarakat di daerah pedesaan yang masih memahami konsep maskulinitas tradisional.
2.Sosiolog meneliti tentang peran maskulinitas dalam mempengaruhi perilaku laki-laki muda.
3.Dalam budaya Jawa, maskulinitas diukur dari kemampuan seseorang untuk menjadi seorang pria yang tangguh.
4.Pendidikan di sekolah lebih perlu memperkuat maskulinitas dan femininitas pada anak-anak.
5.Pengaruh media sosial dapat memperkuat konsep maskulinitas yang tidak seimbang dalam masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "maskulinitas"

Mengenal Kata 'maskulinitas' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Maskulinitas" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "maskulinitas" telah menjadi subjek perdebatan yang hangat dalam beberapa tahun terakhir. Dalam konteks yang lebih luas, maskulinitas merujuk pada kejantanan seorang laki-laki yang dihubungkan dengan kualitas seksualnya. Dalam masyarakat kita, maskulinitas seringkali diasumsikan memiliki ciri-ciri tertentu, seperti kekuatan, keberanian, dan ketegasan. Namun, apakah itu benar-benar seperti itu?

Dalam sejarahnya, konsep maskulinitas telah berkembang seiring dengan perubahan sosial dan budaya. Dalam beberapa budaya, maskulinitas dianggap sebagai sumber kekuasaan dan prestise, sedangkan dalam beberapa budaya lainnya, maskulinitas dianggap sebagai sesuatu yang harus dipertahankan dan diuji. Oleh karena itu, penting untuk memahami konteks historis dan sosial dari kata maskulinitas agar kita tidak tertipu oleh stereotip dan prasangka yang telah berlalu.

Dalam kehidupan sehari-hari, kata maskulinitas seringkali digunakan dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Dia memiliki maskulinitas yang sangat kuat sebagai seorang atlet," atau "Dia memiliki kecenderungan yang sangat maskulin dalam berpakaian dan gaya hidup." Dalam beberapa kasus, maskulinitas juga digunakan sebagai kritik terhadap perilaku atau gaya hidup seseorang yang dianggap tidak maskulin. Misalnya, "Dia memiliki perilaku yang terlalu feminin untuk seorang laki-laki," atau "Dia memiliki gaya hidup yang terlalu elegan untuk seorang pria biasa."

Dalam budaya Indonesia modern, maskulinitas masih menjadi topik perdebatan yang hangat. Dalam beberapa kasus, maskulinitas dianggap sebagai sesuatu yang harus dipertahankan dan diuji, sedangkan dalam beberapa kasus lainnya, maskulinitas dianggap sebagai sesuatu yang harus diromantisasi dan diidealisasikan. Oleh karena itu, penting untuk memahami konteks sosial dan budaya dari kata maskulinitas agar kita tidak tertipu oleh stereotip dan prasangka yang telah berlalu. Dengan memahami maskulinitas dengan lebih baik, kita dapat memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang kejantanan dan keberanian seorang laki-laki yang sebenarnya.

Dalam kesimpulan, maskulinitas adalah konsep yang kompleks dan multifaset. Dalam konteks yang lebih luas, maskulinitas merujuk pada kejantanan seorang laki-laki yang dihubungkan dengan kualitas seksualnya. Dalam masyarakat kita, maskulinitas seringkali diasumsikan memiliki ciri-ciri tertentu, seperti kekuatan, keberanian, dan ketegasan. Namun, apakah itu benar-benar seperti itu? Dengan memahami konteks historis dan sosial dari kata maskulinitas, kita dapat memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang kejantanan dan keberanian seorang laki-laki yang sebenarnya.