Arti Kata "locot" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "locot" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

locot

lo·cot, me·lo·cot v mengelupas (tt kulit): kaki anak itu ~ tersiram air panas

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "locot"

📝 Contoh Penggunaan kata "locot" dalam Kalimat

1.Ketika anak itu jatuh, kulit kakinya ~ hingga terasa sakit.
2.Pengobatan kulit luka akibat cedera biasanya melibatkan proses ~.
3.Karena kulitnya terlalu kering, dokter harus ~ kulit pasien sebelum memasang pelembab.
4.Anak itu ~ kaki kakinya setelah bermain di pantai dan kulitnya terasa sangat kering.
5.Setelah kulitnya ~ akibat cedera, ibu membalut kaki anaknya dengan perban untuk mencegah infeksi.

📚 Artikel terkait kata "locot"

Mengenal Kata 'locot' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "locot" - Pengelupasan yang Terkadang Tak Terduga

Kata locot sering kali digunakan dalam konteks pengelupasan kulit, terutama ketika tubuh menyentuh benda panas. Dalam bahasa Indonesia, locot memiliki arti resmi sebagai "mengelupas (tt kulit): kaki anak itu ~ tersiram air panas". Sejarahnya, kata locot mungkin berasal dari bahasa daerah atau bahasa lokal, namun telah menjadi bagian dari kosakata bahasa Indonesia yang umum digunakan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat penggunaan kata locot dalam kalimat yang alami. Misalnya, saat seorang ibu mengatakan, "Anakku ~ ketika mau mandi, karena air panasnya terlalu tinggi." Dalam kalimat tersebut, kata locot digunakan untuk menggambarkan pengelupasan kulit anak tersebut. Contoh lainnya adalah, "Setelah tersiram air panas, kulit kakiku ~ dan menjadi merah." Dalam kalimat ini, kata locot digunakan untuk menggambarkan efek panas air terhadap kulit. Dalam budaya Indonesia modern, kata locot memiliki relevansi yang signifikan. Dalam beberapa kasus, pengelupasan kulit dapat menjadi indikasi perubahan cuaca atau kondisi lingkungan. Kita dapat melihat bagaimana kata locot digunakan dalam konteks ini, seperti saat seseorang mengatakan, "Hari ini cuaca sangat panas, kulitku sudah ~." Dalam kalimat ini, kata locot digunakan untuk menggambarkan efek panas cuaca terhadap kulit.