Arti Kata "kekejangan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kekejangan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kekejangan

ke.ke.jang.an Nomina (kata benda) sakit kejang (pd kaki dan sebagainya)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kekejangan"

📝 Contoh Penggunaan kata "kekejangan" dalam Kalimat

1.Ibu memanggil dokter karena anaknya mengalami kekejangan yang parah.
2.Ketika berlari, dia merasakan kekejangan pada kaki kirinya yang menyakitkan.
3.Dokter harus berhati-hati saat melepaskan kekejangan pada otot peserta olahraga.
4.Karena kekejangan, anak itu tidak bisa berjalan dan harus berbaring selama beberapa jam.
5.Mereka harus berlatih teknik relaksasi untuk mengatasi kekejangan otot yang berlebihan.

📚 Artikel terkait kata "kekejangan"

Mengenal Kata 'kekejangan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kekejangan" - Sakit Kejang yang Perlu Diwaspadai

Kata "kekejangan" seringkali dihubungkan dengan rasa sakit atau ketegangan pada tubuh, terutama pada kaki dan tangan. Namun, bagaimana sejarah dan konteks sosial dari kata ini? Kata "kekejangan" berasal dari kata dasar "kejang", yang dalam konteks medis, merujuk pada kondisi saraf yang menyebabkan otot menjadi kaku dan menyebabkan rasa sakit. Dalam sejarah, kata ini telah dipakai sejak abad ke-19 untuk menggambarkan kondisi ini. Penggunaan kata "kekejangan" dapat dilihat dalam berbagai konteks. Misalnya, "Saya mengalami kekejangan pada kaki setelah berolahraga terlalu lama." atau "Ibu saya sering mengalami kekejangan pada tangan karena menekan keyboard terlalu lama." Atau, "Setelah berenang, aku merasa kekejangan pada otot perutku." Kata "kekejangan" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang memiliki pekerjaan yang memerlukan gerakan tubuh yang berulang-ulang. Misalnya, pekerja yang sering menekan keyboard atau mengangkat beban berat memiliki risiko tinggi mengalami kekejangan. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan dalam konteks olahraga dan kesehatan, untuk mengingatkan orang tentang pentingnya melakukan peregangan dan perawatan tubuh setelah melakukan aktivitas fisik.