Arti Kata "letih lesu" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "letih lesu" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

letih lesu

tidak berdaya sama sekali karena kelelahan; teramat penat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "letih lesu"

📝 Contoh Penggunaan kata "letih lesu" dalam Kalimat

1.Setelah bekerja selama 12 jam, dia terlihat letih lesu dan membutuhkan istirahat yang panjang.
2.Saat musim hujan, banyak warga yang letih lesu dan sulit beraktivitas di jalan karena hujan deras.
3.Pengajar berusia 60 tahun itu terlihat letih lesu saat mengajar anak-anak yang aktif dan cerewet.
4.Dengan pakaian kumal dan mata yang lelah, dia terlihat letih lesu setelah bekerja di lapangan selama seminggu.
5.Setelah menyelesaikan proyek besar, tim itu letih lesu dan membutuhkan waktu yang lama untuk pulih.

📚 Artikel terkait kata "letih lesu"

Mengenal Kata 'letih lesu' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "letih lesu" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "letih lesu" adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang telah kelelahan dan tidak berdaya sama sekali. Istilah ini memiliki makna yang sangat penting dalam konteks sosial dan budaya Indonesia. Dalam masyarakat tradisional, "letih lesu" sering digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang telah bekerja keras dan tidak memiliki energi untuk melakukan hal lain lagi. Penggunaan kata "letih lesu" juga dapat ditemukan dalam berbagai konteks budaya. Misalnya, orang tua seringkali mengatakan kepada anaknya yang telah bekerja keras selama hari itu, "Ayah/bu kamu letih lesu, pulang saja dan istirahat." Atau, ketika seseorang telah menyelesaikan pekerjaan yang sulit dan melelahkan, mereka mungkin akan mengatakan, "Saya letih lesu setelah menyelesaikan proyek ini." Tidak hanya dalam konteks sosial dan budaya, kata "letih lesu" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam era digital yang makin canggih, banyak orang yang bekerja di luar ruangan dan harus menghadapi tekanan yang makin tinggi. Mereka seringkali merasa letih lesu setelah bekerja panjang jam dan harus menyelesaikan tugas-tugas yang makin kompleks. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menghargai diri sendiri dan tidak ragu untuk mengaku letih lesu ketika perlu. Dalam beberapa kasus, kata "letih lesu" juga digunakan sebagai motivasi untuk melanjutkan pekerjaan. Misalnya, ketika seseorang telah menyelesaikan tugas yang sulit dan merasa letih lesu, mereka mungkin akan mengatakan, "Saya telah melewati tantangan ini, saya tidak boleh letih lesu sekarang." Dengan demikian, kata "letih lesu" dapat menjadi inspirasi untuk melanjutkan pekerjaan dan tidak menyerah pada kesulitan. Dalam kesimpulan, kata "letih lesu" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks sosial, budaya, dan kehidupan sehari-hari. Dengan memahami makna dan konteks penggunaan kata ini, kita dapat meningkatkan kesadaran diri sendiri dan tidak ragu untuk mengaku letih lesu ketika perlu.