Arti Kata "lempam" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "lempam" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

lempam

lem·pam ? lempem

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "lempam"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "lempam" dalam Kalimat

1.Pada pesta pernikahan, lempam yang dibawa oleh pengantin wanita menandakan kebahagiaan.
2.Lem pam adalah alat tradisional yang digunakan untuk menenangkan bayi yang rewel.
3.Dalam upacara adat, lempam dibawa oleh pengantin wanita sebagai tanda syukur.
4.Penggunaan lempam dalam kehidupan sehari-hari sangat umum terutama di pedesaan.
5.Dalam konteks sastra, lempam sering digunakan sebagai simbol kebahagiaan dan keharmonisan.

πŸ“š Artikel terkait kata "lempam"

Mengenal Kata 'lempam' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Lempam" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "lempam" memiliki makna yang kaya dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Menurut KBBI, kata ini memiliki arti resmi sebagai "lemΒ·pam ; lempem", yang dapat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang kikuk, terkulai, atau tidak berenergi. Dalam konteks historis dan sosial, kata lempam sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak berani atau tidak memiliki keberanian untuk mengambil tindakan. Dalam masyarakat tradisional, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak memiliki kemampuan atau keahlian. Contoh Penggunaan Kata Lempam dalam Kalimat - Saya merasa lempam saat harus menghadapi situasi yang sulit ini. - Dia adalah seorang yang lempam, tidak pernah berani mengambil risiko. - Setelah kekalahan, tim sepak bola menjadi lempam dan tidak pernah menang lagi. Dalam kehidupan sehari-hari, kata lempam dapat digunakan untuk menggambarkan berbagai situasi, baik itu dalam hubungan sosial maupun dalam kegiatan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, kata lempam sering digunakan sebagai kritik atau sarana komunikasi untuk menggambarkan seseorang yang tidak memiliki kemampuan atau keahlian.