Arti Kata "kulir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kulir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kulir

ku·lir n centong untuk menyendok semen (kapur dsb); sendok semen

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kulir"

📝 Contoh Penggunaan kata "kulir" dalam Kalimat

1.Pekerja bangunan membawa kulir untuk menyendok semen ke atas atap gedung.
2.Pengajar mengajarkan murid-murid tentang penggunaan kulir yang aman dan tepat.
3.Ibu rumah tangga menggunakan kulir untuk menyendok pasta gigi ke cup anaknya.
4.kulir yang terbuat dari bambu digunakan oleh tukang kayu untuk menyendok bahan perekat.
5.Pengusaha konstruksi menginvestasikan dana besar untuk membeli kulir yang berkualitas tinggi.

📚 Artikel terkait kata "kulir"

Mengenal Kata 'kulir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kulir" - Penggunaan dan Relevansi

Kata "kulir" mungkin tidak terlalu familiar bagi sebagian orang, tetapi bagi mereka yang bekerja di bidang bangunan atau arsitektur, kata ini mungkin sudah tidak asing lagi. Dalam arti resmi, kulir adalah sebuah centong untuk menyendok semen atau bahan bangunan lainnya, biasanya digunakan sebagai alat untuk memasukkan bahan ke dalam lubang atau celah yang sempit. Dalam konteks historis, kulir digunakan sebagai alat untuk memasukkan semen ke dalam lubang-lubang kecil pada dinding atau langit-langit. Hal ini membuat kulir menjadi alat yang sangat berguna dan penting dalam proses pemasangan bahan bangunan. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan kulir telah berkembang ke berbagai bidang, termasuk di bidang konstruksi, arsitektur, dan bahkan di bidang seni. Contoh penggunaan kata kulir dalam kalimat yang alami adalah: - "Saya membutuhkan kulir untuk menyendok semen ke dalam lubang kecil." - "Tukang bangunan menggunakan kulir untuk memasukkan bahan ke dalam celah yang sempit." - "Saya harus menggunakan kulir untuk memasukkan paku ke dalam dinding yang tipis." Dalam kehidupan sehari-hari, kulir tidak hanya digunakan sebagai alat bangunan, tetapi juga sebagai inspirasi bagi para seniman dan pengrajin. Mereka menggunakan kulir sebagai bahan dasar untuk menciptakan karya seni yang unik dan menarik. Dalam budaya Indonesia modern, kulir telah menjadi simbol kebudayaan yang kaya dan beragam, serta menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang.