Arti Kata "kudeta" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kudeta" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kudeta

ku·de·ta /kudéta/ n perebutan kekuasaan (pemerintahan) dng paksa: sekitar 300 orang perwira terlibat dl rencana -- thd pemerintahan yg sah;
me·ngu·de·ta v melakukan perebutan kekuasaan dng paksa dan tidak secara sah: ia mengecam seseorang yg ~ kepemimpinan partai tsb

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kudeta"

📝 Contoh Penggunaan kata "kudeta" dalam Kalimat

1.Pada tahun 1965, terjadi kudeta militer yang menggantikan presiden yang saat itu sedang menjalankan kekuasaan.
2.kudeta yang dilakukan oleh beberapa perwira TNI pada tahun 1967 akhirnya dapat dipatahkan oleh pasukan loyal.
3.Pengalaman kudeta membuat negara berlapis kekuatan militer untuk menjaga keamanan dan stabilitas politik.
4.Dalam sejarah, ada beberapa contoh kudeta yang digunakan oleh para pemberontak untuk merebut kekuasaan.
5.kudeta militer pada tahun 1971 di beberapa negara di Asia ternyata memiliki dampak yang signifikan terhadap politik dan keamanan dunia.

📚 Artikel terkait kata "kudeta"

Mengenal Kata 'kudeta' - Inspirasi dan Motivasi

Kudeta: Perebutan Kekuasaan yang Tidak Sah

Perebutan kekuasaan dengan cara tidak sah telah menjadi fenomena yang tidak asing dalam sejarah dunia. Dalam bahasa Indonesia, istilah kudeta digunakan untuk menjelaskan tindakan mengambil alih kekuasaan pemerintahan dengan paksa dan tidak sah. Konsep ini tidak hanya terjadi di luar negeri, tetapi juga dalam konteks Indonesia, terutama pada masa lalu. Pada tahun 1965, Indonesia mengalami kudeta yang menyebabkan perubahan besar dalam struktur pemerintahan. Peristiwa ini menggantikan pemerintahan Presiden Sukarno dengan pemerintahan Presiden Suharto. Perubahan ini membawa dampak yang signifikan pada kehidupan sosial dan politik Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, istilah kudeta sering digunakan untuk menjelaskan tindakan yang tidak sah dalam mengambil kekuasaan. Misalnya, seorang politisi dapat digambarkan melakukan kudeta terhadap kepemimpinan partai atau organisasi yang dia pimpin. Dalam konteks ini, kudeta berarti mengambil alih kekuasaan dengan cara yang tidak sah dan tidak adil. Dalam budaya Indonesia modern, istilah kudeta juga digunakan dalam konteks yang lebih luas. Misalnya, seorang artis dapat melakukan kudeta terhadap industri musik dengan cara yang kreatif dan tidak biasa. Dalam konteks ini, kudeta berarti mengambil alih perhatian masyarakat dengan cara yang tidak terduga dan menarik. Dengan demikian, kudeta adalah istilah yang kompleks dan dapat memiliki makna yang berbeda-beda dalam konteks yang berbeda. Namun, dalam semua kasus, kudeta berarti perebutan kekuasaan yang tidak sah dan tidak adil.