Arti Kata "keriput" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "keriput" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

keriput

ke·ri·put n kerut; kerepot;
ber·ke·ri·put v berkerut; mempunyai kerut pd muka tanda ketuaan: ia tertegun melihat wajah kawannya yg telah ~

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "keriput"

📝 Contoh Penggunaan kata "keriput" dalam Kalimat

1.Ia terlihat kelelahan dan berkerut di dahi karena beban kerja yang berat.
2.keriput di wajahnya menandakan bahwa ia sedang memikirkan sesuatu yang serius.
3.Gigi remaja mulai berkerut ketika ia menyadari bahwa masa SMP sudah akan berakhir.
4.Ketua tim basket berkerut karena kekalahan timnya dalam pertandingan penting.
5.Bapak tua itu berkerut melihat kisah tentang orang-orang yang masih hidup di bawah kemiskinan.

📚 Artikel terkait kata "keriput"

Mengenal Kata 'keriput' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "keriput" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "keriput" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan keadaan wajah yang berkerut, kerepot, atau ketuaan. Dalam konteks historis, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan ekspresi wajah yang menunjukkan kesulitan atau kekagetan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat orang lain yang berkerut karena sengaja atau tidak sengaja mengalami hal yang tidak terduga. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata "keriput" dalam kalimat yang alami: "Wajah ibu berkerut ketika melihat anaknya jatuh dari sepeda," atau "Aku mengalami keriput karena harus menghadapi ujian yang sulit." Dalam kedua contoh di atas, kata "keriput" digunakan untuk menggambarkan keadaan wajah yang berkerut karena kekagetan atau kesulitan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi situasi yang membuat kita berkerut. Misalnya, ketika kita mengalami kegagalan dalam pekerjaan atau hubungan, kita mungkin akan berkerut karena kekecewaan atau kesedihan. Namun, dengan menghadapi situasi tersebut dengan positif, kita dapat mengubah keriput menjadi motivasi untuk berubah dan menjadi lebih baik. Dengan demikian, kita dapat menghadapi kehidupan dengan lebih percaya diri dan tidak berkerut lagi karena kegagalan.