Arti Kata "kucil" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kucil" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kucil

ku·cil v, me·ngu·cil v 1 membiarkan keluar dr lubang atau dr barang yg dipijit dsb; 2 mengeluarkan atau membuang dr lingkungan (keluarga, persekutuan, dsb);
me·ngu·cil·kan v mengucil;
ter·ku·cil v 1 keluar (dr lubang dsb); tergelincir (tidak pd tempatnya); terlepas (dr hubungan rel dsb); 2 telah dibuang (dr golongan dsb): ia ~ krn tidak disukai di mana-mana

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kucil"

📝 Contoh Penggunaan kata "kucil" dalam Kalimat

1.Pada umumnya, anak kecil itu suka bermain luar rumah dan kadang-kadang tergelincir saat berlari.
2.Saya memutuskan untuk meucilkan teman masa kecil saya karena selalu membuat saya kesal.
3.Di masa lalu, banyak budaya yang mengucilkan perempuan yang sudah menikah, tetapi sekarang sudah tidak lagi.
4.Pada hari itu, seekor tikus tergelincir dari atas meja dan jatuh ke lantai.
5.Pengadilan memutuskan untuk meucilkan anggota kelompok teroris yang melakukan tindakan kekerasan.

📚 Artikel terkait kata "kucil"

Mengenal Kata 'kucil' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kucil" - Makna dan Relevansinya dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "kucil" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini memiliki arti sebagai "membiarkan keluar dari lubang" atau "mengeluarkan dari lingkungan". Namun, dalam konteks sosial dan historis, kata "kucil" sering digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang diusir atau dibuang dari suatu komunitas atau lingkungan.

Contoh Penggunaan Kata "kucil" dalam Kalimat

Contoh penggunaan kata "kucil" dapat dilihat dalam beberapa kalimat berikut: - Ia dibuang dari keluarga karena tidak mau bekerja keras. (disini, "dibuang" memiliki arti yang sama dengan "kucil") - Anak itu terlihat tergelincir dari atas tangga. (disini, "tergelincir" memiliki arti yang sama dengan "kucil") - Mereka mengucilnya karena tidak disukai di suatu komunitas. (disini, "mengucil" memiliki arti yang sama dengan "kucil")

Relevansi Kata "kucil" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "kucil" memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks sosial dan budaya Indonesia. Dalam beberapa kasus, kata "kucil" digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang diusir atau dibuang dari suatu komunitas atau lingkungan. Namun, dalam beberapa kasus lain, kata "kucil" digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang terlepas dari hubungan atau komunitas. Dalam konteks budaya Indonesia, kata "kucil" sering digunakan dalam cerita rakyat atau legenda untuk menggambarkan keadaan seseorang yang diusir dari suatu komunitas atau lingkungan. Contohnya, dalam cerita rakyat "Roro Jonggrang", sang Roro Jonggrang dibuang dari kerajaannya karena tidak mau menurut perintah raja. Dalam kesimpulan, kata "kucil" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia, dan memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks sosial dan budaya Indonesia.