Arti Kata "kualat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kualat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kualat

ku·a·lat Jw a 1 mendapat bencana (krn berbuat kurang baik kpd orang tua dsb); kena tulah; 2 cak celaka; terkutuk

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kualat"

📝 Contoh Penggunaan kata "kualat" dalam Kalimat

1.Dia mendapat kutuk dari masyarakat karena berbuat tidak adil dalam bisnisnya.
2.Anaknya sangat beruntung tidak mendapat kutuk dari ayahnya meski melakukan kesalahan.
3.Dalam agama Buddha, seseorang yang melakukan perbuatan jahat akan mendapat kutuk dari dewa.
4.Dia menjadi kualat setelah menipu teman sekelasnya dan akhirnya ditinggal sendirian.
5.Sekarang dia tahu bahwa melakukan perbuatan tidak baik akan mendapat kutuk dalam hidupnya.

📚 Artikel terkait kata "kualat"

Mengenal Kata 'kualat' - Inspirasi dan Motivasi

Makna dan Konteks Kata "Kualat" dalam Bahasa Indonesia

Kata "kualat" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi apa maknanya sebenarnya? Dalam arti resmi, kata "kualat" berarti mendapat bencana karena berbuat kurang baik kepada orang tua, keluarga, atau orang lain. Istilah ini juga dapat berarti kena tulah atau terkutuk. Kata "kualat" memiliki asal-usul yang unik dalam bahasa Indonesia. Kata ini berasal dari bahasa Jawa, yaitu "ku·a·lat", yang memiliki makna yang sama. Dalam konteks sejarah dan sosial, kata "kualat" sering digunakan untuk menggambarkan konsekuensi buruk dari tindakan yang tidak baik. Dalam masyarakat tradisional, kata "kualat" dapat berarti bahwa seseorang telah melakukan kesalahan besar yang tidak dapat dibalas dengan baik.

Contoh Penggunaan Kata "Kualat" dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh penggunaan kata "kualat" dalam kalimat yang alami: - Saya merasa sangat kualat karena meninggalkan ortu saya sendirian di rumah. - Dia harus menghadapi konsekuensi kualat setelah melakukan kesalahan besar dalam bisnisnya. - Setelah menolak membantu tetangga saya, saya merasa sangat kualat dan merasa bersalah.

Relevansi Kata "Kualat" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "kualat" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks moral dan etika. Dalam masyarakat modern, kata "kualat" dapat digunakan untuk menggambarkan konsekuensi buruk dari tindakan yang tidak baik, seperti korupsi, penipuan, atau tindakan kekerasan. Dengan menggunakan kata "kualat", kita dapat mengingatkan diri sendiri dan orang lain tentang pentingnya berperilaku baik dan menghormati hak orang lain. Dalam kesimpulan, kata "kualat" memiliki makna yang luas dalam bahasa Indonesia, dari mendapat bencana hingga terkutuk. Dengan memahami makna dan konteks kata "kualat", kita dapat menggunakannya dengan tepat dalam percakapan sehari-hari dan mengingatkan diri sendiri dan orang lain tentang pentingnya berperilaku baik.