Arti Kata "kraniometri" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kraniometri" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kraniometri

kra·ni·o·met·ri n Antr ilmu (cabang antropologi) ragawi yg mengukur tengkorak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kraniometri"

📝 Contoh Penggunaan kata "kraniometri" dalam Kalimat

1.Dalam bidang antropologi, kraniometri digunakan untuk mengukur dan menganalisis bentuk tengkorak manusia.
2.Ilmuwan antropologi menggunakan kraniometri untuk memahami evolusi manusia dan hubungannya dengan lingkungan.
3.Pada masa lalu, kraniometri digunakan oleh peneliti untuk membuktikan inferioritas ras tertentu.
4.Dalam pendidikan antropologi, mahasiswa diajarkan tentang prinsip dan metode kraniometri untuk menganalisis data.
5.Penelitian kraniometri yang dilakukan di abad ke-19 masih menjadi topik perdebatan di kalangan ilmuwan saat ini.

📚 Artikel terkait kata "kraniometri"

Mengenal Kata 'kraniometri' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kraniometri" - Ilmu Mengukur Tengkorak

Kraniometri adalah ilmu yang terkait dengan pengukuran tengkorak, terutama dalam konteks antropologi. Ilmu ini telah ada sejak lama, dengan asal-usul yang terkait dengan peradaban kuno. Dalam bahasa Indonesia, kata kraniometri berasal dari kata "kranion," yang berarti tengkorak, dan kata "metri," yang berarti pengukuran.

Sejarah dan Konteks Kraniometri

Kraniometri memiliki sejarah yang panjang dan kompleks. Ilmu ini pertama kali dikembangkan oleh ilmuwan-ilmuwan Yunani kuno, seperti Galen dan Andreas Vesalius. Mereka menggunakan pengukuran tengkorak untuk memahami struktur dan fungsi otak. Kemudian, pada abad ke-19, kraniometri menjadi populer di Eropa, terutama di Inggris dan Jerman, sebagai salah satu metode penelitian antropologi.

Penggunaan Kraniometri dalam Kehidupan Sehari-hari

Kraniometri bukan hanya ilmu yang terkait dengan peradaban kuno. Ilmu ini juga memiliki aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, dalam bidang medis, kraniometri digunakan untuk mendiagnosa dan mengobati kondisi tengkorak, seperti tumor atau kerusakan otak. Dalam bidang antropologi, kraniometri digunakan untuk memahami evolusi manusia dan struktur tengkorak. Contoh penggunaan kata kraniometri dalam kalimat yang alami adalah: "Ilmuwan menggunakan metode kraniometri untuk menganalisis struktur tengkorak mumi Mesir kuno."

Relevansi Kraniometri dalam Budaya Indonesia

Kraniometri juga memiliki relevansi dalam budaya Indonesia modern. Dalam bidang arkeologi, kraniometri digunakan untuk memahami sejarah dan peradaban Melayu. Selain itu, kraniometri juga digunakan dalam bidang medis untuk mendiagnosa dan mengobati kondisi tengkorak. Contoh penggunaan kata kraniometri dalam kalimat yang alami adalah: "Tim arkeologi menggunakan metode kraniometri untuk menganalisis tengkorak peninggalan prasejarah di Indonesia."