Arti Kata "keraman" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "keraman" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

keraman

ke·ra·man Jw n pendurhakaan; pemberontakan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "keraman"

📝 Contoh Penggunaan kata "keraman" dalam Kalimat

1.keraman dapat terjadi ketika seseorang melanggar hukum dan melakukan tindakan subversif.
2.Pihak berwenang telah menindak lanjuti keraman yang dilakukan oleh beberapa aktivis yang menentang pemerintah.
3.Sangatlah penting untuk menghindari keraman yang dapat memicu konflik dan kekerasan di masyarakat.
4.Dalam sejarah, beberapa keraman telah mengubah arah politik dan sosial suatu negara.
5.keraman yang dilakukan oleh beberapa tokoh dapat diibaratkan sebagai semacam perlawanan terhadap kekuasaan yang tidak adil.

📚 Artikel terkait kata "keraman"

Mengenal Kata 'keraman' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Keraman" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "keraman" seringkali diajukan dalam konteks historis dan sosial, terutama dalam perayaan perang, pemberontakan, atau pendurhakaan. Dalam arti resmi, keraman diartikan sebagai kekerasan atau pemberontakan, yang biasanya terjadi dalam konteks perang atau pemberontakan terhadap pemerintah. Dalam konteks ini, keraman dapat mencakup berbagai bentuk kekerasan, seperti perlawanan militer, sabotase, atau bahkan pemberontakan sipil. Dalam penggunaan sehari-hari, keraman dapat ditemukan dalam berbagai kalimat yang bervariasi. Misalnya, "Pemberontakan keraman di daerah tersebut telah menyebabkan korban jiwa yang signifikan." atau "Pada masa lalu, keraman terjadi secara terus-menerus, sehingga mengganggu keamanan negara." Dalam kedua contoh tersebut, kata keraman digunakan untuk menggambarkan kekerasan atau pemberontakan yang terjadi. Dalam kehidupan sehari-hari, keraman masih relevan dalam beberapa konteks. Misalnya, dalam konteks politik, keraman dapat digunakan untuk menggambarkan pemberontakan atau kekerasan yang terjadi dalam proses demokrasi. Dalam konteks sosial, keraman dapat digunakan untuk menggambarkan konflik atau kekerasan yang terjadi dalam masyarakat. Dengan demikian, keraman tetap menjadi kata yang penting dalam bahasa Indonesia, terutama dalam konteks historis dan sosial.