Arti Kata "kejibeling" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kejibeling" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kejibeling

ke·ji·be·ling ? kecibeling

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kejibeling"

📝 Contoh Penggunaan kata "kejibeling" dalam Kalimat

1.Ketika melihat kejibeling seekor ular di jalan, saya terkejut dan berlari.
2.Pada kesempatan itu, penjaga keamanan menunjukkan sebuah kejibeling untuk mengantisipasi tindakan penjahat.
3.Dalam cerita, kejibeling yang menghantui sang pahlawan membuatnya semakin berani.
4.Pada pelajaran sejarah, guru menjelaskan tentang kejibeling yang menimbulkan perubahan besar dalam masyarakat.
5.Ketika melihat kejibeling seekor burung yang terjatuh, seorang peliharaan dengan semangat mengangkatnya.

📚 Artikel terkait kata "kejibeling"

Mengenal Kata 'kejibeling' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kejibeling" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "kejibeling" mungkin kurang familiar bagi sebagian orang, terutama generasi muda. Namun, kata ini memiliki sejarah yang kaya dan konteks yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kejibeling sendiri berasal dari bahasa Sunda, yang artinya adalah kehilangan daya ingatan atau kemampuan berpikir. Pada zaman dahulu, kejibeling sering digunakan untuk menggambarkan keadaan orang yang mengalami lupa atau tidak bisa mengingat sesuatu. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti stres, kelelahan, atau bahkan penyakit. Dalam konteks ini, kejibeling menjadi istilah yang umum digunakan oleh masyarakat Sunda untuk menggambarkan keadaan ini. Contoh penggunaan kata kejibeling dalam kalimat yang alami adalah: "Setelah mengalami kejibeling, saya harus mengulang lagi catatan saya untuk memahami materi pelajaran." Atau, "Dia mengalami kejibeling akibat stres yang berat." Dalam kehidupan sehari-hari, kejibeling masih relevan terutama dalam konteks mental dan emosional. Ketika kita mengalami kejibeling, kita perlu melepaskan stres dan kelelahan dengan cara yang sehat, seperti berolahraga, meditasi, atau bahkan hanya beristirahat. Dengan demikian, kita bisa kembali ke kondisi normal dan tidak mengalami kejibeling lagi. Dalam budaya Indonesia modern, kejibeling juga digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti kehilangan motivasi atau fokus dalam melakukan hal-hal yang kita inginkan. Oleh karena itu, penting untuk menghindari kejibeling dengan cara yang aktif dan positif.