Arti Kata "keciak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "keciak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

keciak

ke·ci·ak n tiruan bunyi "ciak, ciak"; (spt bunyi anak ayam dsb);
ber·ke·ci·ak v menciak-ciak (spt bunyi anak ayam)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "keciak"

📝 Contoh Penggunaan kata "keciak" dalam Kalimat

1.Anak ayam di halaman rumahku menciak-ciak terus karena ingin diminum.
2.Pada pertunjukan teater, pelaku meniru bunyi anak ayam dengan keciak yang lucu.
3.Saya mencoba berlatih menciak-ciak seperti anak ayam di kebun binatang.
4.Pada pagi hari, kebun binatang penuh dengan bunyi-bunyian keciak dari berbagai jenis burung.
5.Anak kecil di ruang tamu menciak-ciak terus karena melihat video lucu anak ayam.

📚 Artikel terkait kata "keciak"

Mengenal Kata 'keciak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Keciak" - Suara Anakan Ayam dalam Bahasa Indonesia

Kata "keciak" memiliki makna yang unik dan menarik dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, suara "ciak, ciak" sering dihubungkan dengan bunyi anakan ayam. Namun, bagaimana makna ini berkembang dan relevan dalam kehidupan sehari-hari?

Contoh Penggunaan Kata Keciak

Dalam kalimat sehari-hari, kata "keciak" sering digunakan untuk menggambarkan suara anakan ayam. Misalnya, "Anakan ayam mengepakkan sayapnya dengan suara keciak kecil-kecil." Atau, "Suara keciak anakan ayam membuat saya teringat akan kenangan masa kecil." Kata ini juga dapat digunakan dalam konteks lain, seperti suara kucing atau bahkan suara mesin. Contoh lainnya, "Suara keciak mesin fotokopi membuat saya merasa tidak nyaman."

Relevansi Kata Keciak dalam Budaya Indonesia

Kata "keciak" juga memiliki relevansi dalam budaya Indonesia modern. Dalam beberapa film Indonesia, kata ini sering digunakan sebagai efek suara untuk menggambarkan suara anakan ayam. Selain itu, kata ini juga dapat digunakan dalam konteks lain, seperti dalam lagu atau bahkan komedi. Misalnya, seorang komedian menggunakan kata "keciak" untuk menggambarkan suara anakan ayam yang berulang-ulang dalam sebuah sketsa komedi. Dengan demikian, kata "keciak" menjadi lebih relevan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.