Arti Kata "kayu celup" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kayu celup" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kayu celup

kayu yang menghasilkan materi pewarna pada ekstraksi; kayu celup cendana Lihat cendana, Santalum album

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kayu celup"

📝 Contoh Penggunaan kata "kayu celup" dalam Kalimat

1.Pada industri makanan, kayu celup digunakan sebagai bahan pembungkus makanan olahan.
2.Dalam proses ekstraksi pewarna alami, kayu celup digunakan sebagai sumber bahan pewarna.
3.Di pasar tradisional, pedagang makanan menjual makanan yang dibungkus dengan kertas yang diperkuat dengan kayu celup.
4.Pada industri tekstil, pewarna yang dihasilkan dari kayu celup digunakan sebagai bahan dasar pewarna alami.
5.Pada suatu waktu, seorang seniman menggunakan kayu celup sebagai bahan baku untuk membuat lukisan abstrak.

📚 Artikel terkait kata "kayu celup"

Mengenal Kata 'kayu celup' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kayu Celup" - Penggunaan dan Relevansi

Kata "kayu celup" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kayu celup merujuk pada jenis kayu yang menghasilkan materi pewarna pada proses ekstraksi. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah kayu celup cendana, yang berasal dari pohon cendana (Santalum album). Kayu ini telah lama digunakan sebagai sumber pewarna alami dalam berbagai produk, seperti kosmetik dan perawatan kulit. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kayu celup" sering digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Contohnya, "Pohon kayu celup di hutan tersebut telah menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar." Dalam kalimat ini, kata "kayu celup" mengacu pada jenis pohon yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Penggunaan kata ini juga dapat ditemukan dalam konteks industri, seperti "Perusahaan kami menggunakan kayu celup sebagai bahan baku untuk produksi pewarna alami." Kata "kayu celup" juga memiliki relevansi dengan budaya Indonesia modern. Dalam beberapa tahun terakhir, ada peningkatan minat akan produk-produk alami dan ekowisata. Kayu celup, sebagai sumber pewarna alami, telah menjadi salah satu pilihan favorit bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi dalam industri kosmetik dan perawatan kulit. Selain itu, kayu celup juga digunakan sebagai bahan baku dalam produksi kerajinan tangan dan dekorasi interior. Dengan demikian, kata "kayu celup" telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang lebih luas, dengan makna dan penggunaan yang beragam.