Arti Kata "introjeksi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "introjeksi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

introjeksi

in·tro·jek·si /introjéksi/ n pemasukan sikap atau gagasan ke dl diri seseorang secara tidak sadar

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "introjeksi"

📝 Contoh Penggunaan kata "introjeksi" dalam Kalimat

1.Dalam percakapan sehari-hari, ia tidak menyadari bahwa pikiran negatif tersebut telah memasuki dirinya secara introjeksi.
2.Dalam hubungan romantis, cinta seorang wanita terhadap ayahnya dapat menjadi introjeksi jika menimbulkan perasaan cemburu dan curiga pada pasangannya.
3.Dalam psikologi, introjeksi dapat dipandang sebagai proses belajar berharga bagi seseorang yang ingin mengembangkan karakter dan sikap positif.
4.Dalam novel tersebut, tokoh utama mengalami introjeksi saat ia menyadari bahwa kebiasaan buruk ibunya telah menular kepadanya secara tidak sadar.
5.Dalam konteks pendidikan, guru dapat menggunakan teknik introjeksi untuk membantu siswa memahami konsep yang kompleks dengan cara memasukkan analogi yang mudah dipahami.

📚 Artikel terkait kata "introjeksi"

Mengenal Kata 'introjeksi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Introjeksi" - Inspirasi dan Motivasi

Pada saat kita berinteraksi dengan orang lain, kita mungkin tidak menyadari bahwa diri kita sedang dipengaruhi oleh sikap, gagasan, atau pola pikir orang lain. Fenomena ini disebut dengan introjeksi, yaitu pemasukan sikap atau gagasan ke dalam diri seseorang secara tidak sadar. Konsep ini telah ada sejak lama, dan memang menarik untuk memahami bagaimana orang lain bisa mempengaruhi kita dengan cara yang tidak kita sadari. Sebagai contoh, ketika kita sedang berada di tempat kerja dan melihat bos kita yang selalu memiliki semangat positif, kita mungkin akan merasa terinspirasi dan ingin menjadi seperti dia. Hal ini dapat terjadi karena kita telah melakukan introjeksi terhadap sikap dan pola pikirnya. Lalu, bagaimana kalau kita melihat seseorang yang selalu memiliki perilaku negatif? Kita mungkin akan merasa terdorong untuk mengubah perilaku kita sendiri agar tidak seperti dia. Ini juga merupakan contoh introjeksi. Dalam kehidupan sehari-hari, introjeksi dapat terjadi di mana-mana. Bahkan, kita mungkin tidak menyadari bahwa diri kita sedang dipengaruhi oleh orang lain. Misalnya, jika kita sedang menghadapi kesulitan dalam karir kita, kita mungkin akan merasa terinspirasi untuk mencari solusi setelah melihat cerita sukses seseorang yang telah melewati kesulitan serupa. Dalam budaya Indonesia modern, introjeksi dapat menjadi faktor yang sangat penting dalam membentuk sikap dan perilaku kita. Oleh karena itu, penting untuk kita sadari bahwa kita sedang melakukan introjeksi dan untuk selalu memiliki kesadaran atas pengaruh yang kita terima dari orang lain. Dengan demikian, kita dapat menjadi orang yang lebih baik dan memiliki sikap yang lebih positif.