Arti Kata "infantil" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "infantil" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

infantil

in·fan·til n Psi bersifat kekanak-kanakan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "infantil"

📝 Contoh Penggunaan kata "infantil" dalam Kalimat

1.Karakter utama dalam novel tersebut memiliki sifat infantil yang sangat menarik.
2.Anak itu menunjukkan perilaku infantil ketika menolak makan sayuran.
3.Dalam konteks psikologi, seseorang dapat mengalami kecenderungan infantil jika tidak dapat menghadapi stres.
4.Pengembangan karakter di film tersebut sangat berhasil menciptakan kesan infantil yang lucu.
5.Dalam masyarakat yang modern, kehilangan sifat infantil dianggap sebagai aspek penting dalam pengembangan diri.

📚 Artikel terkait kata "infantil"

Mengenal Kata 'infantil' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "infantil" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "infantil" memiliki makna yang sangat khas dan unik dalam Bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini didefinisikan sebagai bersifat kekanak-kanakan, yaitu perilaku atau sifat yang khas anak kecil. Dalam konteks historis, kata ini berasal dari bahasa Latin, yaitu "infans", yang berarti anak kecil. Dalam masa lalu, kata ini digunakan untuk menggambarkan perilaku atau sifat yang kurang dewasa atau kurang matang. Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan kata "infantil" dapat dilihat dalam berbagai konteks. Misalnya, seseorang dapat mengatakan bahwa "perilaku anak itu sangat infantil, karena dia masih mengharapkan orang tua untuk membelikannya mainan." Atau, seseorang dapat mengatakan bahwa "desain rumah itu terlalu infantil, dengan cat warna cerah dan hiasan yang tidak masuk akal." Dalam keduanya, kata "infantil" digunakan untuk menggambarkan perilaku atau sifat yang kurang dewasa atau kurang matang. Dalam budaya Indonesia modern, kata "infantil" juga memiliki relevansi yang signifikan. Dalam beberapa tahun belakangan, ada tendensi untuk menganggap perilaku kekanak-kanakan sebagai sesuatu yang positif, yaitu sebagai cara untuk melepaskan diri dari tekanan sosial dan meningkatkan kreativitas. Namun, dalam konteks lain, kata "infantil" juga dapat digunakan untuk menggambarkan perilaku yang kurang dewasa atau kurang matang, seperti perilaku yang berlebihan atau perilaku yang tidak masuk akal. Dalam keduanya, kata "infantil" digunakan untuk menggambarkan perilaku atau sifat yang berkembang di masyarakat dan budaya Indonesia.

Kata yang Mirip

infantilisasi, infantilisme