Arti Kata "hukum pidana subjektif" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hukum pidana subjektif" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hukum pidana subjektif

hak negara untuk menghukum orang yang melanggar peraturan hukum pidana objektif

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hukum pidana subjektif"

📝 Contoh Penggunaan kata "hukum pidana subjektif" dalam Kalimat

1.hukum pidana subjektif berlaku bagi siapa pun yang melanggar peraturan hukum pidana objektif.
2.Ketika menghadapi tuntutan hukum pidana subjektif, penting bagi seseorang untuk mencari bantuan dari pengacara.
3.Dalam sistem hukum pidana subjektif, hakim memiliki kebebasan untuk menggunakan kebijaksaannya.
4.hukum pidana subjektif dianggap lebih adil daripada hukum pidana objektif karena mempertimbangkan konteks setiap kasus.
5.Dalam sebuah novel tentang keadilan, penulis menceritakan bagaimana sistem hukum pidana subjektif dapat membantu korban kejahatan.

📚 Artikel terkait kata "hukum pidana subjektif"

Mengenal Kata 'hukum pidana subjektif' - Inspirasi dan Motivasi

#

Mengenal Kata "Hukum Pidana Subjektif" - Pemahaman yang Spesifik

Definisi Umum dan Konteks Historis

Hukum pidana subjektif dapat diartikan sebagai hak negara untuk menghukum orang yang melanggar peraturan hukum pidana objektif. Konsep ini muncul sebagai hasil evolusi hukum pidana di Indonesia, yang berfokus pada peraturan hukum yang jelas dan ketat. Dalam prakteknya, hukum pidana subjektif menunjukkan bahwa negara memiliki hak untuk menghukum individu yang melanggar hukum, tidak peduli apakah peraturan tersebut jelas atau tidak.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Penggunaan hukum pidana subjektif dapat dilihat dalam beberapa contoh berikut. "Polisi menghukum si B karena melanggar hukum lalu lintas, yang merupakan contoh hukum pidana subjektif." Dalam kasus lain, "Mahkamah Agung memutuskan untuk menghukum perusahaan yang melanggar peraturan lingkungan, menunjukkan aplikasi hukum pidana subjektif dalam praktik hukum." Selain itu, "Hukum pidana subjektif berperan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, hukum pidana subjektif memainkan peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Contohnya, ketika ada individu yang melanggar peraturan lalu lintas, polisi dapat menggunakan hukum pidana subjektif untuk menghukum mereka. Dalam konteks budaya Indonesia modern, hukum pidana subjektif juga berperan penting dalam menjaga integritas dan keadilan hukum. Oleh karena itu, pemahaman yang spesifik tentang hukum pidana subjektif sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.