Arti Kata "holistis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "holistis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

holistis

ho·lis·tis a berhubungan dng sistem keseluruhan sbg suatu kesatuan lebih dp sekadar kumpulan bagian

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "holistis"

📝 Contoh Penggunaan kata "holistis" dalam Kalimat

1.Kebijakan pemerintah ini mengacu pada pendekatan holistis dalam mengatasi masalah sosial.
2.Pada dasarnya, pendidikan holistis melibatkan proses belajar yang menyeluruh dan menyatu.
3.Sebagai ilmuwan, dia menerapkan pendekatan holistis untuk memahami fenomena alam.
4.Dalam hubungan kita, kita harus memahami bahwa setiap individu memiliki nilai holistis yang unik.
5.Dalam konteks lingkungan hidup, pendekatan holistis sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

📚 Artikel terkait kata "holistis"

Mengenal Kata 'holistis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Holistis" - Inspirasi dan Motivasi

Kata holistis telah menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan komunitas kesehatan dan spiritual. Dalam arti resmi, holistis berarti berhubungan dengan sistem keseluruhan sebagai suatu kesatuan, bukan sekadar kumpulan bagian. Konsep ini berasal dari kata Yunani "holos," yang berarti "seluruh" atau "keseluruhan." Dalam konteks sejarah, ide holistis telah ada sejak abad ke-19, ketika para ilmuwan seperti Samuel Hahnemann dan Rudolf Steiner mulai menekankan pentingnya memahami sistem tubuh sebagai keseluruhan, bukan hanya sebagai bagian-bagian terpisah. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat contoh penggunaan kata holistis dalam berbagai konteks. Misalnya, saat kita mengatakan bahwa "pendidikan holistis" tidak hanya memfokuskan pada aspek akademis, tetapi juga pada perkembangan spiritual dan emosional siswa. Atau, saat kita mengatakan bahwa "kesehatan holistis" tidak hanya tentang pengobatan penyakit, tetapi juga tentang menjaga kebugaran fisik, mental, dan spiritual. Contoh lainnya adalah saat kita mengatakan bahwa "bisnis holistis" tidak hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga tentang memberikan nilai tambah kepada masyarakat. Dalam budaya Indonesia modern, konsep holistis telah menjadi sangat relevan. Banyak orang Indonesia sekarang lebih peduli dengan keseimbangan hidup, dari aspek fisik, mental, dan spiritual. Mereka mulai menyadari bahwa kehidupan tidak hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga tentang memberikan nilai tambah kepada masyarakat dan alam sekitar. Dengan demikian, kata holistis menjadi sangat penting dalam membantu kita memahami dan mengembangkan konsep ini dalam kehidupan sehari-hari.