Arti Kata "heteronomi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "heteronomi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

heteronomi

he·te·ro·no·mi /héteronomi/ n hal ketergantungan pd undang-undang atau kuasa orang lain

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "heteronomi"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "heteronomi" dalam Kalimat

1.Hukum yang menyebarluaskan pengaruh negatif merupakan contoh heteronomi dalam masyarakat.
2.Pendidikan di Indonesia masih mengalami heteronomi dalam hal kurikulum dan metode pembelajaran.
3.Pengaruh luar negri dalam industri tekstil kita dapat disebut sebagai heteronomi dalam perekonomian.
4.heteronomi dalam kebijakan pemerintah seringkali menyebabkan ketidakteraturan dalam pembangunan.
5.Dalam novel 'Bumi Manusia', Pramoedya Ananta Toer menulis tentang heteronomi yang dialami oleh bangsa Indonesia pada masa kolonial.

πŸ“š Artikel terkait kata "heteronomi"

Mengenal Kata 'heteronomi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "heteronomi" - Dampak Ketergantungan pada Undang-Undang

Kata heteronomi memiliki makna yang menarik dalam konteks sosial dan historis. Dalam arti resmi, heteronomi diartikan sebagai ketergantungan pada undang-undang atau kuasa orang lain. Konsep ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu "heteros" yang berarti "lain" dan "nomos" yang berarti "hukum" atau "peraturan". Dalam arti ini, heteronomi menjelaskan bagaimana individu atau masyarakat bergantung pada faktor luar untuk menentukan perilaku atau keputusan. Dalam sejarah, konsep heteronomi berkembang dalam konteks politik dan sosial. Pada masa kolonial, heteronomi mencirikan bagaimana masyarakat koloni bergantung pada kekuasaan penjajah. Sementara itu, dalam konteks modern, heteronomi dapat dilihat dalam bentuk ketergantungan pada undang-undang, regulasi, atau keputusan pemerintah. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat contoh-contoh heteronomi yang nyata. Misalnya, ketika kita harus mengikuti peraturan lalu lintas, kita menunjukkan heteronomi terhadap undang-undang. Atau, ketika kita harus mengikuti aturan kantor, kita menunjukkan heteronomi terhadap aturan perusahaan. Contoh lain adalah ketika kita harus mengikuti norma sosial, kita menunjukkan heteronomi terhadap masyarakat. Dalam budaya Indonesia modern, konsep heteronomi tetap relevan. Dalam konteks ekonomi, heteronomi dapat dilihat dalam bentuk ketergantungan pada pasar internasional. Sementara itu, dalam konteks sosial, heteronomi dapat dilihat dalam bentuk ketergantungan pada media sosial. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami konsep heteronomi dan bagaimana itu mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari.