Arti Kata "goleng" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "goleng" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

goleng

go·leng /goléng/ v, meng·go·leng v menyentuh; menyinggung

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "goleng"

📝 Contoh Penggunaan kata "goleng" dalam Kalimat

1.Dia menggoleng tangan untuk menunjukkan kesalannya atas keputusan tersebut.
2.Ketika berbicara di depan kelas, guru menggoleng kepala untuk meminta perhatian siswa.
3.Di pertandingan sepak bola, pemain menabrak lawan dan menggolengnya ke tanah.
4.Dia menggoleng bahu untuk menunjukkan kebahagiaannya atas kemenangan tim.
5.Pada malam hari, dia menggoleng lampu untuk menghidupkan lampu rumah.

📚 Artikel terkait kata "goleng"

Mengenal Kata 'goleng' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Goleng" - Menghindari Sentuhan yang Tidak Nyaman

Kata "goleng" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan aksi menyentuh atau menyinggung seseorang. Dalam arti resmi, "goleng" adalah kata berasal dari bahasa Belanda "goeleng" yang memiliki makna menggoyangkan atau menggerakkan dengan kekuatan yang tidak terlalu besar. Dalam konteks sosial, kata ini sering digunakan dalam situasi-situasi yang tidak nyaman, seperti menyentuh orang yang tidak sengaja atau menyinggung perasaan seseorang. Contoh penggunaan kata "goleng" dalam kalimat alami dapat dilihat dalam situasi sehari-hari. Misalnya, "Saya melihat teman saya terlalu dekat, dan aku tidak ingin goleng dia tanpa sengaja." Atau, "Dia terlalu sensitif, jadi aku harus berhati-hati untuk tidak golengnya." Bahkan, dalam situasi yang tidak terduga, kata ini juga dapat digunakan, seperti "Saya tidak sengaja goleng tasnya saat berjalan." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "goleng" memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, dalam situasi sosial, kita harus berhati-hati untuk tidak menyentuh orang lain tanpa izin, agar tidak goleng perasaan mereka. Selain itu, dalam konteks budaya Indonesia, kata ini juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti menghindari goleng perasaan orang lain dalam situasi yang tidak nyaman.