Arti Kata "fotokonduktor" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "fotokonduktor" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

fotokonduktor

fo·to·kon·duk·tor n Fis zat padat nonmetal yg konduktivitasnya bertambah apabila disinari cahaya (gelombang elektromagnetik)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "fotokonduktor"

📝 Contoh Penggunaan kata "fotokonduktor" dalam Kalimat

1.fotokonduktor digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan sensor cahaya.
2.Dalam kehidupan sehari-hari, fotokonduktor dapat ditemukan pada lampu jalanan yang menggunakan sensor cahaya.
3.Dalam buku fisika, fotokonduktor dijelaskan sebagai zat padat nonmetal yang konduktivitasnya bertambah saat disinari cahaya.
4.Penggunaan fotokonduktor dalam bidang kedokteran sangat potensial untuk dijadikan sebagai alat deteksi kanker.
5.fotokonduktor digunakan dalam teknologi canggih untuk mengembangkan sensor cahaya yang dapat mendeteksi kehadiran cahaya dengan sangat akurat.

📚 Artikel terkait kata "fotokonduktor"

Mengenal Kata 'fotokonduktor' - Inspirasi dan Motivasi

Fotokonduktor: Zat yang Mengubah Cahaya menjadi Energi

Fotokonduktor adalah istilah yang mungkin asing bagi sebagian orang, tetapi dalam konteks ilmu fisika, fotokonduktor memiliki arti yang sangat spesifik. Menurut KBBI, fotokonduktor adalah zat padat nonmetal yang konduktivitasnya bertambah ketika disinari cahaya. Artinya, ketika cahaya mengenai fotokonduktor, maka konduktivitas listriknya meningkat. Dalam sejarah, konsep fotokonduktor telah dikemukakan oleh ilmuwan Perancis, Alexandre-Edmond Becquerel, pada tahun 1839. Ia menemukan bahwa beberapa bahan dapat menghasilkan arus listrik ketika disinari cahaya. Pengembangan teorinya kemudian dilanjutkan oleh ilmuwan lainnya, seperti Willoughby Smith, yang menemukan bahwa selenium memiliki sifat fotokonduktor. Selenium menjadi bahan yang paling umum digunakan sebagai fotokonduktor dalam berbagai aplikasi. Fotokonduktor memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam penggunaan fotokonduktor dalam perangkat fotovoltaik, yang dapat mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Dalam industri, fotokonduktor digunakan dalam pembuatan sensor cahaya, yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya. Juga, dalam penggunaan fotokonduktor dalam pengembangan teknologi fotodioda, yang dapat mengubah cahaya menjadi arus listrik. Fotokonduktor juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam penggunaan fotokonduktor dalam berbagai perangkat elektronik. Misalnya, dalam penggunaan fotodioda dalam perangkat televisi, yang dapat mengubah cahaya menjadi sinyal listrik. Selain itu, fotokonduktor juga digunakan dalam pengembangan teknologi fotokopi, yang dapat mengubah cahaya menjadi sinyal listrik untuk menghasilkan salinan dokumen. Dalam budaya Indonesia modern, fotokonduktor memiliki implikasi yang lebih luas. Misalnya, dalam penggunaan fotokonduktor dalam pengembangan teknologi energi surya, yang dapat mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Selain itu, fotokonduktor juga digunakan dalam pengembangan teknologi fotodetektor, yang dapat mengubah cahaya menjadi sinyal listrik untuk digunakan dalam berbagai aplikasi. Dalam kesimpulan, fotokonduktor adalah zat yang sangat penting dalam pengembangan teknologi modern. Dengan sifatnya yang unik, fotokonduktor dapat mengubah cahaya menjadi energi listrik, yang sangat berguna dalam berbagai aplikasi.