Arti Kata "fiksasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "fiksasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

fiksasi

fik·sa·si n perasaan terikat atau terpusat pd sesuatu secara berlebihan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "fiksasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "fiksasi" dalam Kalimat

1.Dia mengalami fiksasi pada hobi bermain game online sejak beberapa tahun terakhir.
2.Ketergantungan anaknya pada media sosial menjadi masalah yang memerlukan fiksasi.
3.Lagu tersebut memiliki fiksasi yang kuat dalam benaknya sejak mendengarnya pertama kali.
4.Sikap fiksasi terhadap suatu ide dapat menghalangi kemajuan dalam proses berpikir.
5.fiksasi pada suatu konsep dapat menyebabkan kurangnya kreativitas dalam menciptakan ide baru.

📚 Artikel terkait kata "fiksasi"

Mengenal Kata 'fiksasi' - Inspirasi dan Motivasi

Fiksasi: Menyebarkan Perasaan Terikat Secara Berlebihan

Fiksasi merupakan kata yang memiliki makna umum sebagai perasaan terikat atau terpusat pada sesuatu secara berlebihan. Konsep ini telah ada sejak zaman kuno, ketika manusia mulai mengembangkan kebiasaan untuk terikat pada objek, ide, atau orang lain. Dalam konteks sejarah, fiksasi seringkali terkait dengan kecenderungan manusia untuk berpegang pada kebenaran yang telah ditemukan, bahkan jika telah terbukti tidak tepat. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengalami fiksasi terhadap hal-hal yang tidak perlu. Misalnya, kita terikat pada smartphone kita dan jarang berhenti untuk bernapas, atau kita fiksasi pada suatu ide yang tidak realistis dan sulit untuk diwujudkan. Berikut beberapa contoh kalimat yang menggambarkan fiksasi dalam kehidupan sehari-hari: * "Dia terlalu fiksasi pada pekerjaannya sehingga lupa untuk beristirahat." * "Kita harus berhati-hati agar tidak terlalu fiksasi pada kemudahan dan kemakmuran." * "Dia memiliki fiksasi terhadap musik klasik dan jarang membuka diri terhadap genre lain." Fiksasi juga memiliki relevansi dalam kehidupan modern di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, kita melihat fenomena fiksasi terhadap teknologi dan media sosial. Banyak orang terikat pada smartphone mereka dan jarang berhenti untuk menikmati alam sekitar. Fiksasi ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental dan fisik, serta mempengaruhi kualitas hidup. Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk menghindari fiksasi dan tetap terbuka terhadap hal-hal baru.