Arti Kata "feromon" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "feromon" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

feromon

fe·ro·mon /féromon/ n zat kimia yg dikeluarkan oleh seekor hewan yg memungkinkannya berkomunikasi dng anggota lain dr jenis yg sama

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "feromon"

📝 Contoh Penggunaan kata "feromon" dalam Kalimat

1.feromon yang dikeluarkan oleh lebah berfungsi sebagai pengantar pesan dalam komunikasi sosial.
2.Dalam beberapa spesies, feromon bahkan dapat digunakan sebagai penghalang reproduksi untuk menjaga kestabilan populasi.
3.Penggunaan feromon dalam perangkap hama telah menjadi metode efektif untuk mengendalikan populasi serangga.
4.Penelitian tentang feromon telah membantu para ilmuwan memahami perilaku hewan dan menemukan solusi untuk pengelolaan lingkungan.
5.Para peneliti menggunakan feromon sebagai alat untuk memahami proses interaksi sosial dalam masyarakat hewan.

📚 Artikel terkait kata "feromon"

Mengenal Kata 'feromon' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Feromon" - Komunikasi Biologis yang Mempengaruhi Kehidupan

Feromon adalah sebuah istilah yang mungkin tidak asing bagi Anda, terutama bagi mereka yang memiliki minat pada biologi dan psikologi. Dalam arti resmi, feromon adalah zat kimia yang dikeluarkan oleh seekor hewan yang memungkinkannya berkomunikasi dengan anggota lain dari jenis yang sama. Istilah ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1921 oleh seorang ilmuwan Perancis bernama Paul Le Pelley, yang menemukan bahwa feromon dapat mempengaruhi perilaku hewan lain. Feromon memiliki peran penting dalam kehidupan hewan, terutama dalam hal komunikasi dan interaksi sosial. Feromon dapat digunakan untuk meningkatkan kesempatan reproduksi, menghindari predator, atau bahkan untuk menetapkan wilayah. Dalam konteks biologis, feromon dapat mempengaruhi sistem saraf dan otak, sehingga memungkinkan hewan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Dalam kehidupan sehari-hari, feromon juga dapat ditemukan dalam berbagai aspek. Misalnya, feromon yang dikeluarkan oleh wanita hamil dapat mempengaruhi perilaku pasangannya, sehingga meningkatkan kesempatan reproduksi. Sementara itu, feromon yang dikeluarkan oleh hewan lain dapat digunakan sebagai bahan dalam penelitian dan pengembangan produk kosmetik. Dalam budaya Indonesia modern, feromon juga dapat ditemukan dalam berbagai aspek, seperti dalam penelitian tentang perilaku hewan domestik atau dalam pengembangan produk perawatan kulit. Dalam kesimpulan, feromon adalah sebuah istilah yang sangat penting dalam biologi dan psikologi. Dengan memahami bagaimana feromon bekerja, kita dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya komunikasi biologis dalam kehidupan hewan dan manusia.