Arti Kata "fanatisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "fanatisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

fanatisme

fa·na·tis·me n keyakinan (kepercayaan) yg terlalu kuat thd ajaran (politik, agama, dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "fanatisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "fanatisme" dalam Kalimat

1.fanatisme politik yang kuat dapat mengancam keamanan negara.
2.Kompleksitas fanatisme agama dapat menyebabkan konflik antar kelompok.
3.Pendidikan harus menghindari fanatisme untuk menciptakan warga yang cerdas dan toleran.
4.fanatisme suporter olahraga dapat mengganggu kenyamanan penonton lainnya di stadion.
5.Dalam novel tersebut, karakter utama menghadapi konsekuensi fanatisme kelompoknya sendiri.

📚 Artikel terkait kata "fanatisme"

Mengenal Kata 'fanatisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Fanatisme" - Kunci Kepercayaan yang Terlalu Kuat

Fanatisme adalah kata yang seringkali terkait dengan konflik dan perbedaan pendapat. Dalam arti resmi, fanatisme adalah **kepercayaan yang terlalu kuat** terhadap ajaran atau ideologi tertentu. Kata ini memiliki sejarah panjang dan kompleks, yang berkembang dari pengertian awal sebagai kecintaan yang berlebihan pada sesuatu.

Sejarah dan Konteks Sosial Fanatisme

Fanatisme telah menjadi fenomena sosial yang menarik perhatian sejak zaman kuno. Dalam sejarah, fanatisme seringkali terkait dengan perjuangan agama, politik, atau ideologi lainnya. Contohnya, fanatisme religius dapat mendorong seseorang untuk melakukan tindakan ekstrem yang tidak pantas. Sementara itu, fanatisme politik dapat menyebabkan konflik antara kelompok yang memiliki pendapat yang berbeda.

Contoh Penggunaan Kata Fanatisme dalam Kalimat

Fanatisme seringkali terkait dengan kecintaan yang berlebihan terhadap sesuatu. Misalnya, "Dia memiliki **fans yang fanatik** yang selalu mendukung tim olahraga favoritnya." Dalam konteks lain, "Fanatisme yang terlalu kuat terhadap ideologi tertentu dapat menyebabkan konflik dengan kelompok lain." Contoh lainnya, "Dia menjadi **fanatisme** setelah membaca buku yang berisi ide-ide revolusioner."

Relevansi Fanatisme dalam Kehidupan Sehari-Hari

Fanatisme masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Misalnya, **kepercayaan yang terlalu kuat** terhadap agama atau ideologi dapat menyebabkan konflik dengan kelompok lain. Dalam konteks sosial, fanatisme dapat mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna dan konteks fanatisme agar dapat menghadapi konflik dan perbedaan pendapat dengan lebih bijak.