Arti Kata "ereng" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ereng" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ereng

ereng /éréng/ a miring; condong; serong;
-- gendeng hal-hal yg menyalahi adat (tidak patut dsb);
ereng-ereng n sisi yg landai dan miring; lereng: ~ gunung itu agak terjal;
meng·e·reng v menyerong;
ter·e·reng a miring; condong

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ereng"

📝 Contoh Penggunaan kata "ereng" dalam Kalimat

1.Gunung itu memiliki lereng yang agak terjal, sehingga perlu perhatian khusus saat mendaki.
2.Penghuni desa mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak patut dan ereng dari norma adat masyarakat.
3.Saya terlalu ereng dalam menilai keadaan yang sebenarnya, sehingga perlu memahami lebih baik.
4.Gelombang laut yang besar menyebabkan pantai menjadi ereng dan mengancam bangunan di sekitarnya.
5.Di sekitar perbukitan, ada beberapa sisi lereng yang landai dan miring, ereng yang perlu dikunjungi dengan hati-hati.

📚 Artikel terkait kata "ereng"

Mengenal Kata 'ereng' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "ereng" - Makna dan Keterampilan dalam Bahasa Indonesia

Kata "ereng" memiliki makna yang kompleks dan sering digunakan dalam berbagai konteks. Pada dasarnya, ereng bermakna a miring, condong, atau serong. Dalam bahasa Indonesia, kata ini telah digunakan sejak zaman kolonial dan memiliki asal-usul dari bahasa Belanda. Dalam konteks historis, kata ereng digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak patut atau tidak sesuai dengan adat. Penggunaan kata ereng dalam bahasa Indonesia masih relevan hingga saat ini. Contoh penggunaannya dapat dilihat dalam kalimat berikut: "Pegunungan tersebut memiliki ereng yang curam dan berbahaya untuk didaki." atau "Dia memiliki ereng pandangan yang tidak adil terhadap orang lain." Kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan sisi yang landai dan miring, seperti "Lereng gunung itu ereng dan menantang untuk didaki." Dalam kehidupan sehari-hari, kata ereng memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, ketika kita membicarakan tentang ereng-ereng lereng gunung, kita tidak hanya membicarakan tentang kondisi geografis, tetapi juga tentang potensi bahaya yang terkait dengan kondisi tersebut. Dalam konteks budaya, kata ereng juga dapat digunakan untuk menggambarkan perilaku atau keputusan yang tidak sesuai dengan norma atau etika.