Arti Kata "ektoderm" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ektoderm" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ektoderm

ek·to·derm /éktodérm/ n lapisan luar pd embrio, yg dl perkembangan selanjutnya akan membentuk lapisan epidermis dan jaringan saraf

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ektoderm"

📝 Contoh Penggunaan kata "ektoderm" dalam Kalimat

1.Dalam proses embriogenesis, sel-sel embrio berkembang dari tiga lapisan dasar, yaitu ektoderm, endoderm, dan mesoderm.
2.Pada masa embrionik, lapisan ektoderm akan membentuk sistem saraf dan kulit.
3.Pengembangan lapisan ektoderm merupakan tahap penting dalam pembentukan organ-organ tubuh pada manusia.
4.Fungsi lapisan ektoderm sebagai lapisan luar pada embrio sangatlah penting dalam proses perkembangan selanjutnya.
5.Dalam studi biologi, lapisan ektoderm sering digunakan sebagai contoh dalam menjelaskan proses diferensiasi sel.

📚 Artikel terkait kata "ektoderm"

Mengenal Kata 'ektoderm' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ektoderm" - Struktur Mendasar Tubuh Hidup

Pada awal perkembangan embrio, terdapat lapisan luar yang akan membentuk struktur penting pada tubuh hidup. Lapisan ini disebut ektoderm, yang merupakan salah satu dari tiga jenis lapisan embrionik lainnya, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Ektoderm memainkan peran penting dalam pembentukan lapisan epidermis dan jaringan saraf pada hewan, termasuk manusia. Ektoderm pertama kali ditemukan oleh ahli biologi Inggris, William Harvey, pada abad ke-17. Penemuan ini membuka wawasan tentang struktur dan fungsi sel yang lebih dalam, serta perkembangan embrio dan reproduksi. Pemahaman tentang ektoderm juga penting dalam bidang kedokteran dan bioteknologi, terutama dalam penelitian tentang penyakit dan pengembangan vaksin. Ektoderm dapat digunakan dalam berbagai kalimat yang alami, seperti: "Pada awal kehamilan, embrio manusia memiliki ektoderm yang akan berkembang menjadi lapisan epidermis.", atau "Ektoderm juga berperan dalam pembentukan jaringan saraf yang mengontrol gerakan dan kepekaan tubuh." Dalam beberapa konteks, ektoderm juga digunakan dalam bioteknologi, seperti: "Dalam penelitian vaksin, ektoderm digunakan sebagai model untuk memahami proses pengembangan jaringan saraf." Ektoderm memiliki relevansi yang luas dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Misalnya, dalam bidang pendidikan, ektoderm dapat digunakan sebagai contoh untuk memahami struktur dan fungsi tubuh manusia. Dalam bidang kesehatan, pengetahuan tentang ektoderm dapat membantu dalam diagnosis dan pengobatan penyakit yang terkait dengan lapisan epidermis dan jaringan saraf.