Arti Kata "durhaka" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "durhaka" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

durhaka

dur·ha·ka a 1 ingkar thd perintah (Tuhan, orang tua, dsb); 2 tidak setia kpd kekuasaan yg sah (negara);
ber·dur·ha·ka v melakukan perbuatan durhaka: Malin Kundang ~ thd ibunya;
men·dur·ha·ka v 1 menentang (membangkang) perintah (Tuhan, orang tua, dsb); 2 melawan kekuasaan yg sah (negara dsb); berontak: komplotan yg ~ itu telah berhasil digulung oleh alat keamanan negara;
men·dur·ha·kai v melakukan durhaka kpd;
pen·dur·ha·ka n 1 orang yg ingkar kpd Tuhan, orang tua, dsb; 2 orang yg melawan kekuasaan; pemberontak;
pen·dur·ha·ka·an n 1 perbuatan durhaka thd Tuhan, orang tua, dsb; 2 pemberontakan thd kekuasaan yg sah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "durhaka"

📝 Contoh Penggunaan kata "durhaka" dalam Kalimat

1.Malin Kundang dianggap sebagai contoh pahlawan nasional karena perbuatannya yang durhaka terhadap ibunya.
2.Anak yang durhaka tidak akan mendapatkan perlakuan istimewa di rumah.
3.Pada abad ke-17, Belanda mengalami pemberontakan yang disebabkan oleh orang-orang yang melawan kekuasaan kolonial, sehingga mereka dapat digelar sebagai pen·dur·ha·ka.
4.Saya tidak ingin menjadi pen·dur·ha·ka yang melawan kekuasaan pemerintah.
5.Pada zaman dulu, seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya akan disingkirkan dari rumah dan dipaksa untuk mencari nafkah sendiri.

📚 Artikel terkait kata "durhaka"

Mengenal Kata 'durhaka' - Inspirasi dan Motivasi

Definisi Durhaka: Makna dan Relevansi dalam Budaya Indonesia

Menurut KBBI, durhaka memiliki beberapa arti, yaitu ingkar terhadap perintah (Tuhan, orang tua, dsb), tidak setia terhadap kekuasaan yang sah (negara), berdurdhaka, menentang perintah, melawan kekuasaan, dan melakukan pemberontakan. Kata ini memiliki makna umum yang kental dengan konsep ketuhanan dan kekuasaan.

Kata durhaka telah ada sejak zaman kolonial Belanda di Indonesia, ketika warga pribumi melawan kekuasaan penjajah. Pada masa itu, istilah durhaka digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak setia terhadap kekuasaan penjajah. Namun, dalam konteks modern, kata durhaka memiliki makna yang lebih luas, yaitu melawan kekuasaan yang sah, termasuk pemerintah.

Contoh penggunaan kata durhaka dalam kalimat yang alami adalah: "Malin Kundang melakukan durhaka terhadap ibunya," atau "Komplotan yang durhaka itu telah berhasil digulung oleh alat keamanan negara." Dalam kehidupan sehari-hari, kata durhaka sering digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang melawan kekuasaan atau tidak setia terhadap orang lain.

Dalam budaya Indonesia modern, kata durhaka memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, dalam konteks politik, kata durhaka digunakan untuk menggambarkan perilaku partai politik yang melawan kekuasaan pemerintah. Dalam konteks sosial, kata durhaka digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang melawan kekuasaan atau tidak setia terhadap orang lain.

Secara umum, kata durhaka memiliki konotasi negatif yang kuat dalam budaya Indonesia. Namun, dalam konteks yang tepat, kata durhaka juga dapat memiliki makna yang positif, yaitu melawan kekuasaan yang tidak adil atau tidak demokratis. Dengan demikian, kata durhaka memiliki makna yang kompleks dan dinamis dalam budaya Indonesia.