Arti Kata "diskredit" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "diskredit" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

diskredit

dis·kre·dit /diskrédit/ v, men·dis·kre·dit·kan v (berusaha untuk) menjelekkan atau memperlemah kewibawaan seseorang atau satu pihak tertentu: selebaran berupa pamflet gelap itu bertujuan ~ Pemerintah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "diskredit"

📝 Contoh Penggunaan kata "diskredit" dalam Kalimat

1.Sebuah artikel online yang menyebar luas di media sosial bertujuan untuk diskredit reputasi seorang politisi.
2.Rumah sakit tersebut telah diskredit di masyarakat karena kerap kali dilaporkan melakukan kesalahan dalam pengobatan pasien.
3.Dalam novel tersebut, tokoh utama berhasil diskredit lawan politiknya melalui kampanye berita palsu.
4.Dosen tersebut menuduh bahwa artikel tersebut bertujuan untuk diskredit profesinya dan keahlian dalam bidangnya.
5.Ketua partai tersebut harus berusaha untuk menghindari diskredit reputasinya yang mulai menyebar luas di masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "diskredit"

Mengenal Kata 'diskredit' - Inspirasi dan Motivasi

Menjelekkan Kewibawaan: Arti dan Penggunaan Kata Diskredit

Dalam bahasa Indonesia, diskredit memiliki arti yang sangat signifikan dalam konteks sosial dan politik. Kata ini biasanya digunakan untuk menggambarkan upaya untuk menjelekkan atau memperlemah kewibawaan seseorang atau satu pihak tertentu. Dalam sejarah, kata ini sering digunakan oleh pemerintah atau pihak yang memerintah untuk menghancurkan reputasi lawan politik atau oposisi. Dalam konteks sosial, diskredit dapat digunakan untuk menggambarkan upaya untuk menyerang kepercayaan masyarakat terhadap seseorang atau organisasi. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti propaganda, kampanye media, atau bahkan taktik manipulatif. Dalam beberapa kasus, diskredit dapat digunakan sebagai alat untuk menghancurkan reputasi seseorang dan menghilangkan kekuasaannya. Berikut beberapa contoh penggunaan kata diskredit dalam kalimat yang alami: * "Pemerintah menggunakan propaganda untuk diskredit lawan politiknya dan menghilangkan kekuasaannya." * "Kampanye media yang dilakukan oleh pihak tertentu tujuan diskredit seseorang dan menghancurkan reputasinya." * "Taktik diskredit yang digunakan oleh pihak tertentu untuk menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap seseorang." Dalam kehidupan sehari-hari, kata diskredit memiliki relevansi yang sangat signifikan. Dalam budaya Indonesia modern, diskredit sering digunakan sebagai alat untuk menghancurkan reputasi seseorang dan menghilangkan kekuasaannya. Hal ini dapat terjadi dalam berbagai konteks, seperti politik, bisnis, atau bahkan dalam interaksi sehari-hari. Dengan demikian, penting untuk memahami arti dan penggunaan kata diskredit dalam konteks sosial dan politik. Dengan memahami makna dan konteks kata ini, kita dapat menghindari taktik diskredit yang digunakan oleh pihak tertentu untuk menghancurkan reputasi seseorang dan menghilangkan kekuasaannya.