Arti Kata "dipsomania" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dipsomania" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dipsomania

dip·so·ma·nia n penyalahgunaan alkohol secara berlebihan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dipsomania"

📝 Contoh Penggunaan kata "dipsomania" dalam Kalimat

1.Pengidap dipsomania harus menerima perawatan medis untuk mengatasi kerusakan pada tubuhnya.
2.Masyarakat harus mengetahui gejala dan penyebab dipsomania agar bisa memberikan bantuan yang tepat.
3.Penggunaan istilah dipsomania dalam psikologi menunjukkan betapa seriusnya penyalahgunaan alkohol.
4.dipsomania yang dialami seseorang sering diakibatkan oleh kecanduan pada alkohol yang telah lama berlangsung.
5.Pengobatan dipsomania melibatkan terapi, rehabilitasi, dan dukungan dari keluarga yang peduli.

📚 Artikel terkait kata "dipsomania"

Mengenal Kata 'dipsomania' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Dipsomania" - Penyalahgunaan Alkohol yang Membahayakan

Dipsomania adalah kata yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu dipsa (kehausan) dan mania (kecanduan). Menurut KBBI, dipsomania memiliki arti "penyalahgunaan alkohol secara berlebihan". Sejarah kata ini bermula pada abad ke-19, ketika alkohol masih menjadi minuman yang populer di berbagai budaya. Dalam konteks sosial, dipsomania seringkali dianggap sebagai gangguan kecanduan yang memerlukan perhatian medis. Orang yang menderita dipsomania cenderung mengonsumsi alkohol secara berlebihan, bahkan jika itu berarti mengorbankan kesehatan, pekerjaan, atau hubungan sosial. Dengan demikian, dipsomania dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti kerusakan hati, gangguan penglihatan, atau bahkan kematian. Berikut beberapa contoh penggunaan kata dipsomania dalam kalimat yang alami: * "Dia mengalami dipsomania setelah kehilangan pekerjaannya dan mengalami stres." * "Keluarga kami sangat khawatir karena adiknya menderita dipsomania dan mengonsumsi alkohol secara berlebihan." * "Dokter kami mengatakan bahwa saya menderita dipsomania dan perlu menjalani terapi untuk mengatasi kecanduan." Dalam kehidupan sehari-hari, dipsomania masih menjadi masalah yang relevan di Indonesia modern. Banyak orang yang cenderung mengonsumsi alkohol secara berlebihan, terutama di kalangan pemuda. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami gejala dan konsekuensi dari dipsomania dan untuk mencari bantuan profesional jika kita atau orang yang kita kenal menderita kondisi ini.