Arti Kata "dingklang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dingklang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dingklang

ding·klang Jw a pincang, timpang (tt cara berjalan)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dingklang"

📝 Contoh Penggunaan kata "dingklang" dalam Kalimat

1.Dalam acara budaya, penari tradisional harus berjalan dengan cara yang dingklang agar menampilkan keterampilan yang baik.
2.Pengajar membimbing murid agar berlari dengan cara yang dingklang dan seimbang agar tidak tergelincir.
3.Setelah cedera, dia harus berjalan dengan cara yang dingklang untuk mencegah cedera lebih lanjut.
4.Pada saat hujan, jalan menjadi timpang dan dingklang, membuat orang sulit berjalan.
5.Ibu mengingatkan anaknya untuk berjalan dengan cara yang dingklang agar tidak terjatuh.

📚 Artikel terkait kata "dingklang"

Mengenal Kata 'dingklang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "dingklang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "dingklang" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks sejarah, kata ini digunakan untuk menggambarkan cara berjalan yang tidak stabil, seperti berjalan dengan pincang atau timpang. Fenomena ini sering ditemui pada masyarakat pedesaan, terutama pada petani yang bergerak dengan berat. Cara berjalan dengan "dingklang" biasanya disebabkan oleh kondisi jalan yang tidak rata atau ada gangguan lainnya. Namun, secara historis, kata ini memiliki makna yang lebih luas, yakni menggambarkan keterbatasan seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dingklang seringkali terkait dengan ketergantungan manusia terhadap lingkungan sekitarnya. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "dingklang" dalam kalimat yang alami: - Ibuku berjalan dengan cara yang dingklang karena telah lama mengalami cedera pada kaki. - Jalan yang tidak rata membuatku berjalan dengan dingklang, sehingga saya harus berhati-hati. - Ayahku yang berusia lanjut sering berjalan dengan cara dingklang karena kondisi fisiknya yang tidak sehat. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "dingklang" memiliki relevansi yang signifikan. Cara berjalan dengan dingklang seringkali terkait dengan kondisi sosial ekonomi seseorang. Masyarakat pedesaan yang masih mengalami kesulitan ekonomi seringkali memiliki keterbatasan sumber daya, sehingga mereka harus berjalan dengan cara yang dingklang. Namun, di sisi lain, kata ini juga dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk selalu berjalan dengan hati-hati dan tidak mengabaikan kondisi lingkungan sekitar.