Arti Kata "dikatakan berhuma lebar" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dikatakan berhuma lebar" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dikatakan berhuma lebar

dikatakan ber.hu.ma lebar, sesapan di halaman Peribahasa memegahkan kekayaan (keberanian dan sebagainya) , tetapi tidak ada tanda-tanda kekayaan (keberaniannya)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dikatakan berhuma lebar"

📝 Contoh Penggunaan kata "dikatakan berhuma lebar" dalam Kalimat

1.Dia dikatakan berhuma lebar karena selalu berbicara tentang kekayaannya, tapi tidak ada bukti nyata.
2.Seorang karyawan dikatakan berhuma lebar karena mengaku sangat berpengalaman, tapi tidak pernah memiliki latar belakang yang jelas.
3.Dia dikatakan berhuma lebar karena mengaku memiliki kemampuan yang luar biasa, tapi tidak pernah menunjukkan kemampuan itu.
4.Orang itu dikatakan berhuma lebar karena selalu mengaku lebih pintar dari orang lain, tapi tidak pernah menunjukkan pengetahuan yang lebih baik.
5.Pemerintah dikatakan berhuma lebar karena mengaku akan meningkatkan kesejahteraan rakyat, tapi tidak ada tindakan nyata yang dilakukan.

📚 Artikel terkait kata "dikatakan berhuma lebar"

Mengenal Kata 'dikatakan berhuma lebar' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Dikatakan Berhuma Lebar" - Inspirasi dan Motivasi

Dikatakan berhuma lebar adalah sebuah peribahasa yang populer di Indonesia, yang memiliki makna yang sangat mendalam. Secara harfiah, kata ini berarti 'dikatakan ber.hu.ma lebar, sesapan di halaman', tetapi secara figuratif, peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memegang kekayaan dan keberanian, tetapi tidak ada tanda-tanda nyata yang mendukungnya. Peribahasa ini memiliki konteks historis yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat pada masa lalu, ketika kekayaan dan keberanian seringkali diasosiasikan dengan kekuasaan dan status sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa "dikatakan berhuma lebar" masih sangat relevan. Misalnya, ketika seseorang mengaku memiliki kemampuan yang luar biasa, tetapi tidak ada bukti yang mendukungnya, maka dia dapat dikatakan "berhuma lebar" saja. Atau, ketika seseorang mengaku memiliki kekayaan yang besar, tetapi tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan kekayaannya, maka dia juga dapat dikatakan "berhuma lebar". Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata "dikatakan berhuma lebar" dalam kalimat yang alami: - "Dia mengaku memiliki kemampuan bermain basket yang luar biasa, tapi setelah dilihat, dia ternyata tidak bisa melompat tinggi sama sekali, hanya dikatakan berhuma lebar saja." - "Dia mengaku memiliki mobil mewah, tapi setelah dilihat, mobilnya ternyata sudah lama tidak dipakai dan hanya dikatakan berhuma lebar saja." Peribahasa "dikatakan berhuma lebar" juga memiliki relevansi dengan kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam era digital, seseorang dapat dengan mudah mengaku memiliki kekayaan dan keberanian, tapi tidak ada tanda-tanda yang nyata untuk membuktikannya. Oleh karena itu, peribahasa ini masih sangat relevan dan dapat dijadikan inspirasi dan motivasi untuk kita semua untuk tidak terlalu percaya diri sendiri dan untuk selalu berusaha membuktikan apa yang kita katakan.