Arti Kata "diglosia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "diglosia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

diglosia

dig·lo·sia n Ling situasi kebahasaan dng pembagian fungsional atas variasi bahasa atau bahasa yg ada dl masyarakat (msl ragam atau bahasa A untuk suasana resmi di kantor dan ragam atau bahasa B untuk suasana intim di rumah)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "diglosia"

📝 Contoh Penggunaan kata "diglosia" dalam Kalimat

1.Dalam masyarakat multietnis, diglosia sering terjadi ketika beberapa bahasa digunakan untuk berkomunikasi dalam situasi formal dan informal yang berbeda.
2.Di kantor, diglosia dapat dilihat dari penggunaan bahasa formal oleh pejabat tinggi dan bahasa informal oleh staf.
3.Dalam pendidikan, diglosia sering terjadi ketika guru menggunakan bahasa yang lebih formal dalam mengajar dan bahasa yang lebih informal dalam berinteraksi dengan siswa.
4.Seorang peneliti dapat menggunakan konsep diglosia untuk memahami bagaimana masyarakat menggunakan bahasa dalam situasi-situasi yang berbeda.
5.Dalam sastra, diglosia dapat digunakan untuk menggambarkan perubahan yang terjadi dalam bahasa dan kebudayaan masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "diglosia"

Mengenal Kata 'diglosia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Diglosia" - Bahasa yang Tidak Saling Mengerti

Definisi dan Konteks

Diglosia adalah fenomena bahasa yang menunjukkan adanya pembagian fungsional atas variasi bahasa atau bahasa yang ada di masyarakat. Dalam konteks sosial, diglosia sering terjadi ketika masyarakat menggunakan bahasa yang berbeda untuk situasi yang berbeda. Misalnya, seseorang mungkin menggunakan bahasa formal di tempat kerja dan bahasa informal di rumah. Sejarah diglosia dapat dilihat dalam berbagai budaya di seluruh dunia. Di Indonesia, misalnya, ada banyak contoh diglosia. Bahasa formal seperti Bahasa Indonesia digunakan dalam situasi resmi, seperti pidato oleh pejabat pemerintah dan acara resmi, sedangkan bahasa informal seperti bahasa daerah digunakan dalam situasi santai, seperti percakapan dengan keluarga dan teman.

Contoh Penggunaan Diglosia dalam Kalimat

Diglosia sering terjadi dalam komunikasi sehari-hari. Misalnya, ketika seorang pekerja mengucapkan "selamat pagi" kepada bosnya saat tiba di kantor, itu adalah contoh diglosia. Di sini, pekerja menggunakan bahasa formal untuk menunjukkan hormat kepada bosnya. Namun, ketika ia berbicara dengan temannya di ruang kerja, ia mungkin menggunakan bahasa informal untuk berbicara tentang hobi atau kegiatan lainnya. Contoh lain adalah ketika seorang ibu menggunakan bahasa formal untuk berbicara dengan anaknya tentang pentingnya belajar di sekolah, tetapi menggunakan bahasa informal untuk berbicara tentang kegiatan anaknya di rumah.

Relevansi Diglosia dalam Kehidupan Sehari-Hari

Diglosia memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari karena menunjukkan bagaimana bahasa digunakan dalam situasi yang berbeda. Dalam budaya Indonesia modern, diglosia sering terjadi ketika orang-orang berbicara dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Misalnya, ketika seorang ibu berbicara dengan anaknya dalam bahasa Indonesia, tetapi menggunakan bahasa daerah untuk berbicara dengan tetangga di rumah. Dalam konteks ini, diglosia menunjukkan bagaimana bahasa digunakan untuk menunjukkan status sosial, budaya, dan identitas. Oleh karena itu, penting untuk memahami konsep diglosia dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan komunikasi yang efektif dan menghargai perbedaan bahasa dan budaya.