Arti Kata "diberi berkuku hendak mencengkam" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "diberi berkuku hendak mencengkam" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

diberi berkuku hendak mencengkam

diberi berkuku hendak men.ceng.kam Peribahasa diberi kuasa sedikit, lalu hendak berbuat sewenang-wenang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "diberi berkuku hendak mencengkam"

📝 Contoh Penggunaan kata "diberi berkuku hendak mencengkam" dalam Kalimat

1.Dalam organisasi yang masih baru, diberi kuasa sedikit, lalu hendak berbuat sewenang-wenang.
2.Pemimpin baru di kantor tersebut tampaknya diberi berkuku hendak mencengkam kekuasaan.
3.Diberi kuasa sedikit, lalu hendak berbuat sewenang-wenang, menurut saya, sudah cukup mencurigakan.
4.Pengalaman saya sebagai pegawai baru di perusahaan besar, diberi kuasa sedikit, lalu hendak berbuat sewenang-wenang.
5.Dalam sejarah, terdapat banyak contoh diberi kuasa sedikit, lalu hendak berbuat sewenang-wenang oleh para pemimpin yang korup.

📚 Artikel terkait kata "diberi berkuku hendak mencengkam"

Mengenal Kata 'diberi berkuku hendak mencengkam' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "diberi berkuku hendak mencengkam" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "diberi berkuku hendak mencengkam" adalah salah satu peribahasa yang populer di Indonesia. Secara harfiah, makna umum dari kata ini adalah "diberi kuasa sedikit, lalu hendak berbuat sewenang-wenang." Peribahasa ini memiliki konteks historis yang menarik, karena pada masa lalu, kuasa yang diberikan kepada seseorang sering dianggap sebagai kekuasaan absolut, sehingga mereka cenderung berbuat sewenang-wenang.

Konsep Kebijakan dan Kekuasaan

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "diberi berkuku hendak mencengkam" sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kekuasaan atau kebijakan yang luas, namun tidak menggunakan hak-hak tersebut dengan bijak. Mereka cenderung berbuat sewenang-wenang dan melanggar hak-hak orang lain. Contoh kalimat yang menggunakan kata ini adalah: "Pemimpin yang diberi berkuku hendak mencengkam tidak menggunakan kekuasaannya dengan bijak, sehingga banyak warganya yang kesal."

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh penggunaan kata "diberi berkuku hendak mencengkam" dalam kalimat yang alami: - "Pemilik usaha yang diberi berkuku hendak mencengkam tidak memberikan hak-hak yang sama kepada karyawan." - "Ketua OSIS yang diberi berkuku hendak mencengkam sering memaksakan kehendaknya kepada anggota." - "Pemimpin yang diberi berkuku hendak mencengkam tidak peduli dengan kebutuhan warganya."

Impresi dan Motivasi

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "diberi berkuku hendak mencengkam" dapat digunakan sebagai inspirasi untuk berperilaku lebih bijak dan tidak berbuat sewenang-wenang. Dengan memahami makna peribahasa ini, kita dapat lebih sadar dengan kekuasaan dan hak-hak yang kita miliki, serta menggunakan mereka dengan bijak.