Arti Kata "diah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "diah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

diah

di·ah ? diat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "diah"

📝 Contoh Penggunaan kata "diah" dalam Kalimat

1.Dalam proses penelitian sains, peneliti harus diat untuk menghindari bias subjektif.
2.Ia diat oleh guru untuk mengikuti pelajaran di sekolah.
3.Dalam kepercayaan agama, umat diat untuk menjalankan ibadah.
4.Peneliti harus diat dengan data yang akurat untuk menghasilkan hasil penelitian yang valid.
5.Dalam proses belajar, siswa diat untuk memahami konsep yang kompleks.

📚 Artikel terkait kata "diah"

Mengenal Kata 'diah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Diah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "diah" memiliki makna umum sebagai kata serapan dari bahasa Jawa, yang berarti "diat" atau "diperintahkan". Kata ini memiliki konteks historis yang kaya, terutama dalam kebudayaan Jawa. Dalam beberapa kesempatan, kata "diah" digunakan untuk mengungkapkan perintah atau instruksi dari orang yang lebih tua atau berwenang. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "diah" sering digunakan dalam kalimat yang alami. Misalnya, orang tua dapat mengatakan kepada anaknya, "Diah, silakan ambil buku pelajaranmu". Dalam kalimat ini, "diah" digunakan sebagai kata seru untuk menunjukkan perintah yang harus diikuti. Contoh lain adalah, "Diah, jangan lupa membawa tas saat pergi ke sekolah". Dalam kalimat ini, "diah" digunakan untuk mengingatkan anak untuk melakukan sesuatu. Penggunaan kata "diah" juga sangat relevan dalam kebudayaan Indonesia modern. Dalam beberapa kesempatan, kata "diah" digunakan sebagai kata ganti untuk menghormati orang yang lebih tua. Misalnya, ketika menghadap kepada orang tua atau orang yang lebih tua, kita dapat mengatakan, "Diah, saya minta izin untuk bertanya". Dalam kalimat ini, "diah" digunakan sebagai kata ganti untuk menunjukkan rasa hormat dan menghargai orang yang lebih tua. Dalam kesimpulan, kata "diah" memiliki makna yang kaya dan relevan dalam kebudayaan Indonesia modern. Penggunaan kata "diah" dapat membantu kita untuk menunjukkan rasa hormat dan menghargai orang lain, terutama orang yang lebih tua.