Arti Kata "demang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "demang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

demang

de·mang n 1 kepala distrik; wedana pd zaman Pemerintahan Hindia Belanda; 2 gelar kepala daerah: -- Lebar Daun mengerahkan masyarakat di daerahnya untuk membuat tanggul di sepanjang Sungai Siak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "demang"

📝 Contoh Penggunaan kata "demang" dalam Kalimat

1.Pada zaman kolonial, demang berfungsi sebagai kepala distrik di bawah pemerintahan Hindia Belanda.
2.Dalam sejarah Minangkabau, gelar demang sering dipegang oleh orang yang berpengaruh dan dihormati oleh masyarakat.
3.Pada abad ke-19, demang di Sumatera Barat berperan penting dalam membantu penyebaran Islam di daerah tersebut.
4.Pada masa lalu, demang Minangkabau memiliki tanggung jawab untuk mengatur sistem pertanian dan pemerintahan di daerahnya.
5.Saat ini, istilah demang lebih banyak digunakan dalam konteks budaya dan tradisi Minangkabau, sebagai lambang kekuasaan dan kebijaksanaan.

📚 Artikel terkait kata "demang"

Mengenal Kata 'demang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "demang" - Inspirasi dan Motivasi

Pada zaman Pemerintahan Hindia Belanda, kata demang digunakan sebagai istilah untuk menyebut kepala distrik atau wedana. Mereka adalah pemimpin lokal yang memiliki tugas untuk mengelola administrasi pemerintahan di wilayah mereka. Dalam konteks sejarah, demang memiliki peran penting dalam menjalin hubungan antara pemerintah kolonial dengan masyarakat setempat. Dalam penggunaannya sehari-hari, kata demang masih digunakan dalam beberapa konteks, seperti dalam kalimat: "Demang daerah itu sangat populis di kalangan masyarakat." Atau, "Kepala desa di daerah tersebut disebut demang." Contoh lainnya adalah, "Pada zaman kolonial, demang berperan penting dalam menjaga ketersediaan air untuk irigasi sawah." Dalam kehidupan sehari-hari, kata demang masih memiliki relevansi, terutama dalam konteks budaya dan sejarah Indonesia. Misalnya, dalam kesenian tradisional, demang sering digunakan sebagai tema dalam lagu atau sajak. Selain itu, demang juga dipakai dalam bahasa daerah untuk menyebut kepala desa atau pemimpin lokal. Dengan demikian, kata demang tetap hidup dalam memori masyarakat Indonesia, menjadi inspirasi dan motivasi untuk memahami sejarah dan budaya kita.