Arti Kata "deformasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "deformasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

deformasi

de·for·ma·si /déformasi/ n perubahan bentuk atau wujud dr yg baik menjadi kurang baik: wayang kulit ini adalah -- dr wayang Timur kuno

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "deformasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "deformasi" dalam Kalimat

1.Pernah melihat seorang atlet yang mengalami deformasi otot setelah cedera.
2.Peningkatan emisi limbah industri telah menyebabkan deformasi lingkungan di daerah perkotaan.
3.Karya seni rupa yang menggambarkan deformasi tubuh manusia merupakan poin penting dalam sosiologi.
4.Pada zaman kuno, perubahan bentuk wayang kulit menjadi deformasi merupakan ciri khas seni rakyat.
5.Perubahan bentuk fisik yang drastis setelah kecelakaan mobil menjadi deformasi yang mengancam nyawa.

📚 Artikel terkait kata "deformasi"

Mengenal Kata 'deformasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Deformasi" - Pentingnya Pemahaman dalam Berbagai Konteks

Kata "deformasi" merupakan istilah yang sudah ada sejak lama dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, deformasi diartikan sebagai perubahan bentuk atau wujud dari sesuatu yang baik menjadi kurang baik. Konsep ini sudah ada sejak zaman kuno, seperti dalam contoh wayang kulit yang telah disebutkan di atas, dimana wayang kulit tersebut telah mengalami deformasi dari bentuk aslinya. Dalam sejarah, deformasi dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti perkembangan zaman, perubahan gaya hidup, dan pengaruh dari luar. Contohnya, pada masa lalu, orang-orang di daerah tertentu memiliki gaya hidup yang berbeda dari sekarang, seperti penggunaan pakaian yang lebih sederhana dan tidak banyak hiasan. Namun, seiring waktu, gaya hidup tersebut telah mengalami deformasi dan berkembang menjadi gaya hidup yang lebih modern dan berbeda. Dalam kehidupan sehari-hari, deformasi dapat terjadi dalam berbagai aspek, seperti dalam bidang seni, budaya, dan bahkan dalam diri sendiri. Misalnya, dalam bidang seni, deformasi dapat terjadi dalam perubahan gaya seni dari masa ke masa. Di lain sisi, dalam bidang budaya, deformasi dapat terjadi dalam perubahan adat istiadat dan tradisi dari masa ke masa. Bahkan, dalam diri sendiri, deformasi dapat terjadi dalam perubahan kepribadian dan gaya hidup dari masa ke masa. Dalam konteks modern, deformasi masih menjadi fenomena yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam bidang ekonomi, deformasi dapat terjadi dalam bentuk inflasi, deflasi, atau bahkan krisis keuangan. Dalam bidang sosial, deformasi dapat terjadi dalam bentuk perubahan nilai-nilai sosial dan budaya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami konsep deformasi dan bagaimana cara menghadapinya dalam kehidupan sehari-hari.