Arti Kata "debris" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "debris" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

debris

deb·ris n Geo tumpukan pecahan batu atau reruntuhan akibat erosi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "debris"

📝 Contoh Penggunaan kata "debris" dalam Kalimat

1.Setelah banjir besar, kota itu terbengkalai dengan tumpukan debris yang tak terhitung.
2.Pada masa prasejarah, bangunan kuno terdiri dari struktur batu dengan debris yang menutupi permukaannya.
3.Pengungsian akibat bencana alam meninggalkan tumpukan debris yang memenuhi jalan dan gedung.
4.Sebagai geolog, dia mempelajari proses pembentukan debris yang terjadi di daerah pegunungan.
5.Ketika kebakaran besar melanda kota, tumpukan debris yang terbentuk membuat akses menuju lokasi sulit dilalui.

📚 Artikel terkait kata "debris"

Mengenal Kata 'debris' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Debris" - Pengertian dan Penggunaan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "debris" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam konteks geologi, tetapi secara umum, debris dapat diartikan sebagai tumpukan pecahan batu atau reruntuhan akibat erosi atau kejadian alam lainnya. Konsep ini telah ada sejak zaman kuno, ketika manusia pertama kali mengamati fenomena alam yang membentuk muka bumi.

Debris seringkali dihubungkan dengan kejadian alam seperti erosi, banjir, atau ledakan gunung berapi. Dalam konteks ini, debris dapat berupa batu, pasir, atau bahkan bangunan yang hancur akibat kejadian alam tersebut. Contoh kalimat yang menggunakan kata debris adalah: "Setelah banjir besar, banyak rumah yang hancur dan menjadi tumpukan debris di jalan." atau "Erosi sungai telah mengangkut debris yang membentuk tebing curam di sepanjang aliran sungai."

Debris juga dapat dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks lingkungan dan pembangunan. Misalnya, dalam proses pembangunan infrastruktur, debris seringkali dihasilkan sebagai sisa-sisa material yang tidak digunakan. Oleh karena itu, penting untuk mengelola debris dengan benar agar tidak menimbulkan masalah lingkungan. Dalam budaya Indonesia modern, debris juga dapat diartikan sebagai sampah yang tidak perlu, sehingga perlu untuk melakukan pengelolaan sampah yang tepat dan efisien.

Mengelola debris dengan benar dapat membantu mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat dalam mengelola debris dengan benar.