Arti Kata "daging beku" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "daging beku" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

daging beku

daging yang diawetkan dengan cara menyimpannya dalam lemari (kamar) pendingin

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "daging beku"

📝 Contoh Penggunaan kata "daging beku" dalam Kalimat

1.Dalam restoran, kami menyajikan hidangan daging beku yang lezat dan siap saji.
2.Dalam praktek kuliner, daging beku sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan salad.
3.Ibu membeli daging beku di pasar tradisional untuk dimasak nanti malam.
4.Pengolahan daging beku yang benar sangat penting untuk menjaga kualitas protein makanan.
5.Dalam kuliner modern, chef menggunakan teknik memasak daging beku untuk menciptakan hidangan unik.

📚 Artikel terkait kata "daging beku"

Mengenal Kata 'daging beku' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Daging Beku" - Kunci untuk Menjaga Kualitas Makanan

Daging beku merupakan sebuah istilah yang sudah tidak asing lagi dalam dunia kuliner. Dalam arti resmi, **daging beku** adalah daging yang diawetkan dengan cara menyimpannya dalam lemari pendingin dengan suhu yang rendah. Cara ini bertujuan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan mempertahankan kualitas makanan. Praktik ini telah ada sejak lama dan dipengaruhi oleh kebutuhan akan makanan yang tahan lama dan mudah disimpan. Contoh-contoh penggunaan kata **daging beku** dalam kalimat sehari-hari dapat dilihat dalam beberapa situasi berbeda. Sebagai contoh, "**Daging beku** yang dibeli tadi pagi sudah siap digunakan dalam resep masakan". Atau, "**Daging beku** yang disimpan di lemari pendingin akan lebih segar jika dibandingkan dengan daging segar yang dijual di pasar". Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa **daging beku** memiliki keuntungan dalam hal kualitas dan kesegarannya. Dalam kehidupan sehari-hari, **daging beku** telah menjadi bagian dari budaya makan Indonesia modern. Dengan kemajuan teknologi dan peralatan pendingin, masyarakat kini dapat lebih mudah mengakses makanan yang telah diawetkan dengan cara ini. Selain itu, **daging beku** juga merupakan pilihan yang baik bagi mereka yang ingin menikmati makanan lezat tanpa harus khawatir akan kualitas dan kesegarannya.