Arti Kata "cakar-mencakar" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "cakar-mencakar" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

cakar-mencakar

ca.kar-men.ca.kar Verba (kata kerja) bercakar-cakaran

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "cakar-mencakar"

📝 Contoh Penggunaan kata "cakar-mencakar" dalam Kalimat

1.Anak kecil itu bercakar-cakaran dengan temannya saat bermain di taman.
2.Ibu memarahi anaknya karena bercakar-cakaran dengan saudaranya.
3.Dalam hukum, bercakar-cakaran dapat dianggap sebagai bentuk tindakan kekerasan.
4.Bercakar-cakaran dengan teman adalah perilaku yang tidak pantas di sekolah.
5.Dalam mitologi, monster bercakar-cakaran sering digambarkan sebagai makhluk yang menakutkan.

📚 Artikel terkait kata "cakar-mencakar"

Mengenal Kata 'cakar-mencakar' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Cakar-mencakar" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "cakar-mencakar" merupakan salah satu istilah unik dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna umum sebagai "bercakar-cakaran". Istilah ini berasal dari masa lalu, ketika proses mencakar dan mencakar menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari, seperti mencakar kayu untuk membuat tempat tidur atau mencakar tanah untuk membuat jalan. Dalam konteks historis, cakar-mencakar sering digunakan sebagai kata kerja yang bercakar-cakaran, mengacu pada proses mencakar dan mencakar. Proses ini sering dilakukan dengan menggunakan alat logam atau kayu yang tajam untuk menciptakan lubang-lubang kecil pada permukaan benda. Dalam era modern, istilah ini masih digunakan dalam beberapa konteks, seperti dalam industri pertukangan atau dalam kegiatan outdoor. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "cakar-mencakar" dalam kalimat yang alami: * "Saya harus berhati-hati saat berada di hutan karena saya tidak ingin terluka akibat cakar binatang liar yang mencakar." * "Setelah mencakar kayu dengan sabar, akhirnya saya dapat membuat tempat tidur yang nyaman." * "Pekerjaan mencakar jalan di lapangan terbuka sangat melelahkan, tapi hasilnya sangat memuaskan." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "cakar-mencakar" masih relevan dalam beberapa konteks, seperti dalam bidang industri dan kegiatan outdoor. Bahkan, dalam beberapa budaya di Indonesia, cakar-mencakar masih digunakan sebagai simbol kekuatan dan ketekunan. Dalam konteks ini, cakar-mencakar bukan hanya sekadar proses mencakar dan mencakar, tetapi juga menjadi simbol inspirasi dan motivasi untuk mencapai tujuan.