Arti Kata "buta huruf" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "buta huruf" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

buta huruf

tidak dapat membaca dan menulis; tunaaksara

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "buta huruf"

📝 Contoh Penggunaan kata "buta huruf" dalam Kalimat

1.Pada awalnya dia adalah buta huruf, tetapi kemudian belajar membaca dan menulis.
2.Sekarang banyak sekali program pendidikan yang bertujuan untuk membantu anak-anak yang buta huruf.
3.Sebagai seorang guru, dia harus berusaha untuk membantu muridnya yang masih buta huruf.
4.Dalam sebuah novel, tokoh utamanya adalah seorang wanita buta huruf yang perjuangannya sangat inspiratif.
5.Pemerintah setempat meluncurkan program untuk mengurangi jumlah anak-anak yang buta huruf di daerah tersebut.

📚 Artikel terkait kata "buta huruf"

Mengenal Kata 'buta huruf' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "buta huruf" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "buta huruf" seringkali dilewatkan begitu saja, tetapi apakah Anda tahu apa artinya? Menurut KBBI, kata "buta huruf" memiliki arti resmi "tidak dapat membaca dan menulis; tunaaksara". Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak memiliki kemampuan membaca dan menulis, baik itu karena alasan genetik, pendidikan, atau kondisi lainnya.

Konteks Historis dan Sosial

Dalam konteks sosial, kata "buta huruf" seringkali terkait dengan masalah pendidikan dan kesenjangan sosial. Sebelum tahun 1970-an, banyak orang di Indonesia yang tidak memiliki akses ke pendidikan dasar, sehingga mereka menjadi buta huruf. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam mengejar karir dan mencapai kesuksesan. Dengan adanya program-program pendidikan massal, banyak orang yang dulunya buta huruf berhasil menguasai membaca dan menulis.

Penggunaan Kata "buta huruf" dalam Kalimat

"Sebagian besar penduduk desa masih buta huruf dan tidak memiliki akses ke pendidikan dasar." "Ia lahir dengan kondisi buta huruf dan harus belajar secara mandiri." "Kami berusaha membantu anak-anak yang buta huruf untuk menguasai membaca dan menulis."

Relevansi Kata "buta huruf" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "buta huruf" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pendidikan dan kesenjangan sosial. Dengan adanya teknologi dan media massa, banyak orang yang dulunya buta huruf sekarang dapat mengakses informasi dan pendidikan melalui smartphone mereka. Namun, masih banyak orang yang tidak memiliki kemampuan membaca dan menulis, sehingga perlu bantuan dan dukungan dari masyarakat dan pemerintah untuk mengatasi masalah ini.