Arti Kata "bersengkela" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bersengkela" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bersengkela

ber.seng.ke.la memakai sengkela pada kaki; terpasung

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bersengkela"

📝 Contoh Penggunaan kata "bersengkela" dalam Kalimat

1.Di pesta pernikahan, pengantin laki-laki tampaknya bersengkela karena masih sakit.
2.Sekarang, anak-anak di sekolah sudah tidak bersengkela lagi, mereka bisa berlari dengan lancar.
3.Pada zaman dulu, orang-orang banyak yang berdagang jauh, sehingga mereka harus bersengkela untuk mengikuti pelajaran.
4.Bapak itu memilih sepatu yang tidak bersengkela, sehingga dia bisa berjalan dengan lebih mudah.
5.Setelah operasi, pasien harus menggunakan tongkat untuk tidak bersengkela dan tidak jatuh.

📚 Artikel terkait kata "bersengkela"

Mengenal Kata 'bersengkela' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bersengkela" - Inspirasi dan Motivasi

Bersengkela adalah kata yang mungkin tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas. Namun, dalam konteks sejarah Indonesia, kata ini memiliki makna yang spesifik. Dalam bahasa Indonesia, bersengkela memiliki arti resmi sebagai "ber.seng.ke.la", yaitu memakai sengkela pada kaki; terpasung. Kata ini erat kaitannya dengan zaman kolonial Belanda, ketika sengkela digunakan sebagai tanda perbudakan. Pada masa itu, orang-orang Indonesia yang dipenjara atau dijadikan budak harus memakai sengkela pada kaki mereka sebagai tanda pengenal. Oleh karena itu, kata bersengkela memiliki makna yang sangat ekstrim dan negatif. Namun, dalam konteks sejarah, kata ini juga dapat diartikan sebagai simbol perlawanan dan keberanian. Dalam kehidupan sehari-hari, kata bersengkela masih sering digunakan dalam kalimat-kalimat yang menggambarkan keadaan seseorang yang terikat atau terjebak dalam suatu situasi. Misalnya, "Dia masih bersengkela dalam hutangnya" atau "Dia harus bersengkela dengan keputusan yang sulit". Kata bersengkela juga memiliki relevansi dengan budaya Indonesia modern. Pada zaman sekarang, kata ini dapat diartikan sebagai simbol kebebasan dan kemerdekaan. Dalam banyak kalimat, kata bersengkela digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang telah melepaskan diri dari pengikatannya. Misalnya, "Dia telah bersengkela dari kebiasaan buruknya" atau "Dia telah bersengkela dari ketergantungan pada orang lain". Dengan demikian, kata bersengkela masih memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.