Arti Kata "bengkeng" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bengkeng" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bengkeng

beng·keng /béngkéng/ a mudah tersinggung

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bengkeng"

📝 Contoh Penggunaan kata "bengkeng" dalam Kalimat

1.Dia sangat bengkeng dan mudah tersinggung dengan komentar orang lain.
2.Karena sifat bengkengnya, dia tidak bisa berbicara dengan orang lain tanpa takut salah.
3.Dia perlu belajar untuk tidak terlalu bengkeng dan bisa menerima kritik dengan sabar.
4.Dia sangat bengkeng sehingga sulit untuk berbicara dalam sebuah tim kerja.
5.Dia harus belajar untuk tidak terlalu bengkeng dan bisa berbicara dengan orang lain dengan jujur.

📚 Artikel terkait kata "bengkeng"

Mengenal Kata 'bengkeng' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Bengkeng" - Sifat yang Mudah Tersinggung

Kata "bengkeng" seringkali digunakan untuk menggambarkan sifat seseorang yang mudah tersinggung. Makna ini memiliki latar belakang historis dan sosial yang kompleks. Dalam bahasa Indonesia, kata ini berasal dari kata "bekeng" yang berarti "hanya sedikit" atau "sangat sedikit". Jadi, orang yang memiliki sifat bengkeng cenderung mudah tersinggung dan memiliki ambang batas yang rendah. Dalam kehidupan sehari-hari, sifat bengkeng dapat berdampak signifikan pada hubungan sosial seseorang. Contoh penggunaan kata bengkeng dalam kalimat yang alami adalah: "Dia sangat bengkeng dan tidak bisa menerima kritik dari orang lain." Atau, "Saya tidak ingin membela orang yang begitu bengkeng dan tidak bisa menghadapi masalah itu." Dalam keseharian, sifat bengkeng dapat menyebabkan konflik dan kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain. Bengkeng dalam kehidupan sehari-hari seringkali terkait dengan kepribadian dan perilaku seseorang. Sifat bengkeng dapat menjadi kelemahan yang perlu diatasi agar tidak mengganggu hubungan sosial dan karir seseorang. Dalam budaya Indonesia modern, sifat bengkeng seringkali dianggap sebagai kekurangan yang perlu diperbaiki. Oleh karena itu, penting untuk mengenal dan memahami sifat bengkeng agar dapat mengembangkan kepribadian yang lebih kuat dan stabil. Bengkeng bukanlah sifat yang dapat ditinggalkan begitu saja. Namun, dengan kesadaran dan kemauan untuk mengubah, sifat bengkeng dapat diatasi dan digantikan dengan sifat yang lebih positif. Dalam mencapai tujuan ini, penting untuk memiliki motivasi dan inspirasi yang kuat untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kinerja.